Penyuluh Agama KUA Wanadadi Ajak Jamaah Siapkan Lima Bekal Sambut Ramadan

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi, Dewi Kholifah, menyampaikan tausiyah bertema Persiapan Spiritual Menjelang Ramadan pada kegiatan Majelis Taklim Al Hidayah Kasilib, Selasa (3/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti oleh jamaah majelis taklim dengan antusias. Dalam penyampaiannya, Dewi Kholifah menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin agar ibadah Ramadan dapat dijalani secara maksimal dan bernilai di sisi Allah Swt.

“Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum memperbaiki kualitas iman dan amal. Karena itu, persiapan harus dimulai sejak sekarang,” ungkap Dewi Kholifah di hadapan jamaah.

Lebih lanjut, ia menguraikan lima hal penting yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadan. Pertama adalah iman, sebagai fondasi utama dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah. Kedua, amal, yakni membiasakan diri dengan amal-amal kebaikan sebagai bekal memasuki bulan suci.

Ketiga, ilmu, karena setiap amal perbuatan harus dilandasi dengan pemahaman yang benar. “Amal tanpa ilmu bisa berakibat tertolaknya amal tersebut,” tegasnya. Keempat, harta, yang diarahkan untuk memperbanyak sedekah dan kepedulian sosial selama Ramadan. Kelima, hati, yang harus dibersihkan dari berbagai penyakit hati dengan saling memaafkan dan tidak menunda meminta maaf apabila berbuat salah.

Menurutnya, kebersihan hati menjadi kunci agar ibadah Ramadan dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan keikhlasan. Ia juga mengajak jamaah untuk memulai proses perbaikan diri sejak sekarang, tidak menunggu datangnya bulan Ramadan.

Kegiatan majelis taklim ini menjadi bagian dari peran strategis penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Wanadadi dalam memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama terus berkomitmen menghadirkan layanan keagamaan yang edukatif dan menyejukkan, guna mewujudkan masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlakul karimah. 

(NN/azd)

Skip to content