Banjarnegara (Humas) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sinergi lintas sektoral terus diperkuat di wilayah Kecamatan Pagentan. Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan bekerja sama dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) menggelar agenda bimbingan penyuluhan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kegiatan ini berlangsung khidmat pada Kamis (5/2/2026) bertempat di kediaman Ibu Dartinem, Ketua Kelompok 4 Dusun Klesem, Desa Kalitlaga.
Sebanyak 23 peserta hadir dengan antusias untuk mendapatkan bekal spiritual. Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, hadir sebagai narasumber utama. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa menyambut bulan puasa tidak hanya soal menahan lapar, tetapi membutuhkan persiapan komprehensif agar ibadah menjadi maksimal.
M. Syaiful Abidin merinci lima aspek krusial yang harus dipersiapkan oleh setiap Muslim sebelum memasuki bulan suci. Menurutnya, keseimbangan antara kesiapan batin dan fisik adalah kunci meraih keberkahan.
“Persiapan Ramadan idealnya mencakup lima dimensi penting: Ruhiyyah (mental-spiritual) untuk membersihkan hati, Amaliyyah untuk membiasakan ibadah sunnah, Ilmiyyah agar kita paham fikih puasa, Maaliyyah (finansial) untuk kesiapan sedekah dan zakat, serta Jasadiyyah (fisik) agar kondisi tubuh tetap prima selama menjalankan kewajiban,” ujar Syaiful di hadapan para peserta.
Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak pelaksana PKH. Sinergi ini dinilai penting karena para penerima manfaat tidak hanya membutuhkan pendampingan secara ekonomi, tetapi juga penguatan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Gatot Aribowo, selaku Pendamping PKH Kecamatan Pagentan, menegaskan bahwa pertemuan kelompok kali ini sengaja dikolaborasikan dengan unsur keagamaan guna memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat binaannya.
“Kami sangat mendukung inisiatif bimbingan penyuluhan dari KUA ini. Melalui kolaborasi ini, diharapkan para KPM PKH tidak hanya terbantu secara jaring pengaman sosial, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan spiritual yang kuat, terutama dalam menghadapi bulan Ramadan yang penuh berkah,” ungkap Gatot.
Pertemuan rutin ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan doa bersama. Dengan adanya penyuluhan ini, warga Dusun Klesem diharapkan dapat menjalani ibadah puasa dengan lebih bermakna, berilmu, dan penuh semangat kebersamaan.
(msa/azd)
