Banjarnegara (Humas) — Awali Bulan Suci Ramadan, Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar terus memperkuat pembinaan ketahanan keluarga melalui sinergi bersama Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan edukasi keluarga sakinah ini dilaksanakan pada Kamis (19/2/2026), di rumah Hatini, KPM PKH Kelompok 2 Desa Jlegong.
Hadir sebagai pemateri, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah dan Adib. Dalam pemaparannya, selain sampaikan tugas dan funsi KUA Duwi juga mengajak para ibu menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat iman sekaligus membenahi peran dalam keluarga.
“Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi saat terbaik memperbaiki diri dan memperkuat relasi dalam keluarga,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pesan Allah dalam QS. An-Nisa ayat 9 agar orang tua tidak meninggalkan generasi yang lemah.
“Allah mengingatkan agar kita tidak meninggalkan generasi yang lemah, baik lemah iman, lemah ilmu, maupun lemah ekonomi. Maka orang tua harus menguatkan anak-anak dengan pendidikan, perhatian, dan doa,” tegas Duwi.
Lebih lanjut, ia memotivasi para ibu agar memiliki cita-cita besar untuk masa depan anak-anaknya.
“Jangan batasi mimpi anak-anak kita. Doakan mereka agar bisa sekolah setinggi mungkin. Orang tua boleh sederhana, tetapi harapan dan doa harus luar biasa,” tambahnya, disambut antusias para peserta.
Sesi diskusi yang dipandu Adib berlangsung hidup dan penuh keterbukaan. Salah satu pertanyaan yang mencuat adalah mengenai boleh tidaknya seorang perempuan memiliki lebih dari satu suami (poliandri). Dijelaskan bahwa dalam syariat Islam, poliandri tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan ketentuan nasab dan tatanan keluarga dalam Islam.
Pertanyaan lain membahas poligami dan kewajiban izin istri pertama. Disampaikan bahwa dalam hukum positif di Indonesia, poligami harus mendapatkan izin istri pertama serta penetapan Pengadilan Agama, dengan syarat mampu berlaku adil dan memenuhi tanggung jawab secara lahir dan batin.
Antusiasme para ibu menunjukkan semangat untuk memahami hukum keluarga secara benar. Melalui kegiatan ini, KUA Karangkobar berharap Ramadan menjadi awal penguatan ilmu, iman, dan ketahanan keluarga demi terwujudnya generasi yang tangguh dan diridhai Allah Swt.
(dr/azd)
