Menuju Keluarga Sakinah:  KUA Punggelan Gembleng Calon Pengantin Hadapi Tantangan Mahligai Rumah Tangga

Banjarnegara (Humas) – Menikah bukan sekadar perayaan sehari, melainkan sebuah perjalanan ibadah terlama sepanjang hayat. Menyadari pentingnya kesiapan mental dan spiritual tersebut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Punggelan menggelar Bimbingan Perkawinan (Binwin) bagi 15  pasang calon pengantin (catin) di Aula Ruang Akad KUA pada Rabu (26/2/2026).

Kegiatan ini dirancang khusus untuk membekali para calon mempelai agar mampu mengarungi bahtera rumah tangga yang kokoh di tengah terpaan dinamika zaman.

Kepala KUA Punggelan, Irfan Sulastono, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berpesan agar seluruh peserta menyerap ilmu yang diberikan dengan sungguh-sungguh.
“Pernikahan adalah mahligai yang panjang dan penuh tantangan. Jadikan Binwin ini sebagai bekal utama agar saudara sekalian tidak hanya siap secara fisik, tapi juga siap secara mental dan ilmu dalam menjaga komitmen suci ini,” tegas Irfan.

Sesi materi pertama menghadirkan Yani Itsnawati, Penyuluh Agama Fungsional, yang mengupas tuntas tema “Mempersiapkan Perkawinan Kokoh Menuju Keluarga Sakinah”. Yani menekankan pentingnya keterampilan mengelola dinamika perkawinan. Menurutnya, konflik adalah hal yang lumrah, namun cara mengelolanya itulah yang akan menentukan apakah sebuah keluarga akan tetap kokoh atau rapuh.

Sementara itu, penyuluh Syu’bi Nurdiyanti membekali peserta dengan materi mengenai “Cara Memenuhi Kebutuhan dan Menyiapkan Generasi Berkualitas”. Ia mengingatkan bahwa keluarga adalah madrasah pertama, sehingga calon orang tua harus memiliki visi yang jelas dalam membangun keturunan yang sehat dan berakhlak mulia.

  Manfaat besar dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta, salah satunya Irma Novtiana. Ia mengaku lebih mantap melangkah ke pelaminan setelah mendapatkan pencerahan dari para narasumber.
“Sangat bermanfaat sekali. Saya jadi lebih paham bahwa nikah itu ibadah yang sangat panjang, jadi memang butuh ilmu untuk mengelola ego dan mempersiapkan masa depan anak nanti. Binwin ini membuka mata kami bahwa persiapan fisik saja tidak cukup,” ungkap Irma.

  Melalui bimbingan ini, KUA Punggelan berharap 15 pasangan tersebut tidak hanya sah secara administrasi, tetapi memiliki ketahanan keluarga yang kuat untuk mewujudkan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

(yi/azd)