Rayakan Hari Jadi ke-455, Pegawai KUA Pagentan Racik Dawet Ayu demi Rekor MURI “Banjarnegara 2026

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh kebersamaan mewarnai lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan pada Kamis (26/2/2026). Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara yang ke-455, seluruh jajaran pegawai KUA Pagentan kompak bergotong-royong meracik minuman legendaris kebanggaan daerah, Dawet Ayu khas Banjarnegara.

Kegiatan ini bukan sekadar seremoni internal, melainkan bagian dari agenda besar Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang mengusung tema “Maju dan Sejahtera”. Pada hari yang sama, Kabupaten Banjarnegara berhasil mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi minum Dawet Ayu secara serentak yang melibatkan 2.026 peserta di berbagai titik wilayah, termasuk di lingkungan KUA Pagentan.

Sejak pagi hari, para pegawai KUA Pagentan telah menyiapkan bahan-bahan alami berkualitas. Aroma wangi nangka yang dipadukan dengan gurihnya santan kelapa serta manisnya gula aren asli menciptakan atmosfer perayaan yang kental dengan kearifan lokal. Mengenakan seragam khas, para pegawai tampak antusias menyajikan gelas demi gelas dawet untuk dinikmati bersama tepat pada waktu yang telah ditentukan untuk pemecahan rekor.

Keterlibatan instansi vertikal seperti KUA dalam perayaan Hari Jadi ini menunjukkan sinergi yang kuat antara sektor keagamaan dan pemerintah daerah. Hal ini selaras dengan semangat “Maju dan Sejahtera” yang menuntut kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk membangun Banjarnegara yang lebih baik.

Kepala KUA Pagentan, H. Sidik Pramono, yang memimpin langsung jalannya kegiatan di lokasi, menyatakan rasa bangga dan apresiasinya atas keterlibatan seluruh stafnya dalam menyukseskan agenda daerah ini. Menurut beliau, Dawet Ayu adalah simbol kerukunan yang harus terus dilestarikan oleh generasi mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, H. Sidik Pramono.  menyampaikan harapan besarnya bagi masa depan daerah berjuluk Kota Dawet Ayu ini.

“Memecahkan rekor MURI dengan meminum dawet ayu serentak semoga menjadi hal yang positif untuk kemajuan Banjarnegara di waktu mendatang,” tegas H. Sidik Pramono dengan penuh optimisme.

Pemecahan rekor MURI “Banjarnegara 2026” ini diharapkan menjadi katalisator bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan pariwisata di Banjarnegara. Dengan mempromosikan produk lokal secara masif melalui aksi pemecahan rekor, identitas Banjarnegara sebagai daerah yang kaya akan budaya dan kuliner semakin kukuh di kancah nasional.

Acara di KUA Pagentan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga Banjarnegara. Semangat kebersamaan yang tercipta hari ini diharapkan tidak berhenti pada seremoni belaka, tetapi terus mengalir dalam pelayanan prima yang diberikan KUA Pagentan kepada masyarakat setiap harinya.

(nt)