Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam fungsional Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, Sutrisno, memberikan bimbingan dan kepenyuluhan kepada puluhan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Kegiatan ini dilaksanakan pada pertemuan rutin kelompok PKH Limbangan, Desa Plumbungan, Rabu (4/3/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 20 peserta ini mengusung tema “Jaga Iman selama Ramadan”. Bertempat di salah satu rumah warga di Dusun Limbangan, suasana penyuluhan berlangsung khidmat namun interaktif. Sutrisno menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum emas untuk mereparasi kualitas iman yang mungkin sempat memudar.
Dalam paparannya, Sutrisno menjelaskan bahwa menjaga iman di era digital saat ini memiliki tantangan tersendiri. Beliau mengajak para ibu-ibu PKH untuk lebih bijak dalam mengatur waktu antara urusan domestik, penggunaan gawai, dan ibadah wajib maupun sunah.
“Iman itu sifatnya fluktuatif, kadang naik kadang turun. Maka, Ramadan adalah saat yang tepat untuk kita ‘men-charge’ kembali energi spiritual kita. Jangan sampai puasa kita hanya dapat lapar saja, tapi jaga juga lisan dan hati agar kualitas iman kita senantiasa meningkat,” ujar Sutrisno, S.S. di hadapan para peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa menjaga iman bisa dimulai dari hal sederhana, seperti memperbanyak tadarus Al-Qur’an di sela-sela kesibukan mengurus rumah tangga dan memastikan konsumsi makanan yang halal serta tayyib bagi keluarga.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pendamping PKH Kecamatan Pagentan, Niken Saraswati. Ia mengapresiasi kehadiran Penyuluh Agama dalam forum pertemuan rutin ini. Menurutnya, bantuan materiil yang diterima warga melalui PKH harus dibarengi dengan penguatan mental dan spiritual agar tercipta ketahanan keluarga yang utuh.
“Kami sangat berterima kasih kepada pihak KUA Pagentan. Bagi para dampingan kami, asupan rohani seperti ini sangat penting. Ekonomi boleh terbatas, namun kekayaan iman harus tetap terjaga. Harapannya, ilmu yang disampaikan Pak Sutrisno bisa dipraktikkan ibu-ibu selama menjalani ibadah Ramadan,” tutur Niken Saraswati.
Pertemuan diakhiri dengan sesi tanya jawab mengenai fikih puasa sehari-hari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja rutin KUA Pagentan dalam rangka jemput bola memberikan literasi keagamaan ke pelosok desa, memastikan masyarakat mendapatkan edukasi agama yang moderat dan menyejukkan.
(3S/azd)
