Banjarnegara – Ramadhan di MI Al Fatah Parakancanggah Banjarnegara (MIFABARA) bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga bulan kaderisasi dakwah. Tahun ini, madrasah secara khusus menyiapkan para da’i kecil terbaik dari kelas 1 hingga kelas 5 bekerja sama dengan para mahasiswa Unsiq untuk turut mensyi’arkan pesan-pesan Ramadhan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.(27/2)
Mereka adalah siswa-siswi pilihan yang dikenal memiliki keberanian, pemahaman materi yang baik, serta akhlak yang terpuji di kelasnya. Dari tangan-tangan kecil dan suara yang masih polos itulah, nilai-nilai Ramadhan disampaikan dengan tulus tentang keutamaan puasa, indahnya berbagi, menjaga lisan, hingga pentingnya memperbanyak tilawah Al-Qur’an.
Di madrasah, mereka dengan percaya diri, menyampaikan tausiyah singkat kepada teman-temannya. Di rumah dan lingkungan sekitar, mereka kembali mengulang pesan yang sama kepada keluarga dan sahabat bermainnya. Dakwah kecil yang mungkin terdengar sederhana, namun sesungguhnya sedang menanam benih-benih peradaban.
Kepala madrasah menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari implementasi pendidikan karakter dan pembinaan generasi pendakwah sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi pendengar kebaikan, tetapi juga penyampai kebaikan. Dari sinilah jiwa kepemimpinan, keberanian, dan tanggung jawab itu tumbuh,” tuturnya.
Salah satu guru pembimbing menambahkan, “Melatih anak berdakwah bukan hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga melatih mereka untuk mengamalkan apa yang disampaikan. Karena sejatinya dakwah yang paling kuat adalah keteladanan.”
Program da’i kecil ini menjadi cerminan visi MIFABARA dalam membentuk generasi Qur’ani yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh dalam iman dan berani menyuarakan kebenaran. Di tengah derasnya arus zaman, suara-suara kecil itu hadir sebagai pengingat bahwa Ramadhan adalah bulan cahaya, dan cahaya itu harus terus disebarkan.
Dari ruang kelas yang sederhana, MIFABARA sedang menyemai harapan besar: lahirnya generasi pendakwah yang kelak akan menerangi masyarakat dengan ilmu, akhlak, dan kelembutan hati. Karena dari lisan yang terlatih sejak dini, insyaAllah akan tumbuh gema dakwah yang tak pernah padam.(nas)
