Menyusuri Cahaya Lailatul Qadar: Jamaah MT Al Ikhlas Karangkemiri Diajak Memaksimalkan 10 Hari Terakhir Ramadan

Banjarnegara (Humas) – Suasana penuh kekhusyukan menyelimuti kegiatan pengajian rutin Majelis Taklim Al Ikhlas Desa Karangkemiri, Kecamatan Wanadadi, pada Senin (16/03/2026). Kegiatan ini menghadirkan penyuluh agama Islam KUA Wanadadi, Dewi Kholifah dan Namyroh Ndaruwati, yang memberikan tausiyah seputar keutamaan bulan Ramadan serta pentingnya memanfaatkan sepuluh hari terakhir untuk meraih kemuliaan Lailatul Qadar.

Dalam penyampaiannya, Dewi Kholifah mengajak para jamaah untuk lebih bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah di penghujung Ramadan. Ia menjelaskan bahwa sepuluh hari terakhir merupakan waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

“Sepuluh hari terakhir Ramadan adalah kesempatan emas bagi setiap muslim. Jangan sampai kita melewatinya begitu saja. Perbanyak shalat malam, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa agar kita termasuk orang yang diberi kesempatan bertemu dengan Lailatul Qadar,” ujar Dewi Kholifah di hadapan para jamaah.

Ia juga menekankan bahwa Rasulullah SAW memberikan teladan dengan meningkatkan ibadah pada sepuluh malam terakhir Ramadan sebagai bentuk kesungguhan dalam meraih keberkahan malam yang agung tersebut.

Sementara itu, Namyroh Ndaruwati dalam materinya menyampaikan tentang keberkahan bulan Ramadan yang menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadan adalah bulan penuh rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahalanya. Maka mari kita manfaatkan 10 hari terakhir  Ramadan ini dengan memperbanyak ibadah, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian kepada sesama,” tutur Namyroh Ndaruwati.

Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah Swt, termasuk kesempatan untuk menghadiri majelis ilmu.

“Kita harus selalu bersyukur atas segala rezeki yang Allah berikan. Nikmat Sehat dan sempat sehingga bisa hadir di majelis ilmu, dimudahkan langkah dan niat untuk datang mengaji, itu juga merupakan rezeki dari Allah Swt.  Karena dalam Islam tidak ada istilah berhenti dalam mencari ilmu, terutama ilmu agama yang menjadi bekal hidup di dunia dan akhirat,” ungkapnya.

Pengajian yang diikuti dengan penuh antusias oleh para jamaah tersebut diharapkan mampu menambah semangat dalam menghidupkan hari-hari terakhir Ramadan dengan berbagai amal saleh.

Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, KUA Wanadadi terus berupaya menghadirkan penyuluhan yang menyejukkan dan membangun kesadaran spiritual masyarakat agar semakin dekat kepada Allah Swt serta mampu mewujudkan kehidupan yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.

Kementerian Agama melalui para penyuluhnya akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pembinaan dan penguatan nilai-nilai keagamaan demi terwujudnya umat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia.

(NN,azd)