Banjarnegara – Upacara bendera hari Senin (6/4/2026) di MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) berlangsung khidmat dan penuh makna. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Madrasah, Durotun Nafisah, menyampaikan pesan yang sarat nilai melalui momentum halal bihalal sekaligus motivasi bagi seluruh siswa untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Di bawah langit pagi yang cerah, barisan siswa berdiri rapi mengikuti setiap rangkaian upacara. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh warga madrasah untuk saling memaafkan setelah menjalani bulan suci Ramadhan. “Halal bihalal bukan hanya tradisi, tetapi cara kita membersihkan hati. Karena hati yang bersih akan lebih mudah menerima ilmu dan kebaikan,” tuturnya dengan penuh kelembutan.
Beliau juga menekankan pentingnya perubahan setelah Ramadhan. Menurutnya, ibadah yang telah dilalui seharusnya meninggalkan jejak dalam sikap dan perilaku sehari-hari. “Anak-anak hebat adalah mereka yang hari ini lebih baik dari kemarin, dan esok lebih baik dari hari ini,” pesannya, disambut dengan wajah-wajah penuh perhatian.
Lebih lanjut, Durotun Nafisah mengingatkan bahwa kesuksesan bukan hanya diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari akhlak. Ia mengajak siswa untuk menjadi generasi yang santun, disiplin, dan bertanggung jawab. “Ilmu tanpa akhlak ibarat cahaya tanpa arah. Ia terang, tetapi tidak menuntun,” ungkapnya penuh makna.
Suasana upacara terasa berbeda. Bukan sekadar rutinitas mingguan, tetapi menjadi ruang refleksi bersama. Angin pagi seakan membawa pesan bahwa setiap awal pekan adalah kesempatan baru untuk memperbaiki diri.
Dalam balutan kata-kata yang sederhana namun mendalam, terselip filosofi kehidupan: bahwa manusia sejatinya adalah pembelajar sepanjang hayat. Seperti mentari yang selalu terbit meski sempat tenggelam, demikian pula manusia harus terus bangkit meski pernah melakukan kesalahan.
Upacara pagi itu pun menjadi pengingat, bahwa langkah kecil menuju kebaikan, jika dilakukan dengan istiqomah, akan mengantarkan pada perubahan besar. Dari halaman MIFABARA, harapan itu ditanam agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia dan penuh makna dalam setiap langkahnya. (nas)







