Banjarnegara (Humas) –Terik matahari di siang hari tidak menyurutkan langkah para ibu di Dusun Kalikidang, Desa Gumingsir, untuk melangkah menuju Majelis Taklim Al-Ikhlas. Pada Jumat (17/04), mulai pukul 13.00 WIB, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti pertemuan rutin yang menjadi momentum penting untuk memperkuat fondasi iman pasca-Ramadan.
Hadir di tengah-tengah jamaah, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pagentan, Alfiana Nurhidayah, membawakan materi bertema “Menjaga Ritme Ibadah: Agar Takwa Tak Lekang oleh Waktu.” Kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua Majelis Taklim Al-Ikhlas, Asih Susmiati, yang turut memberikan motivasi kepada puluhan jamaah yang hadir.
Dalam tausiyahnya, Alfiana Nurhidayah menyoroti pentingnya menjaga “api” ibadah agar tidak padam seiring berakhirnya bulan suci. Beliau mengibaratkan Ramadan sebagai tempat pengisian daya (charging), sementara bulan-bulan berikutnya adalah waktu di mana daya tersebut harus digunakan untuk menyinari kehidupan sehari-hari melalui amal saleh.
“Ujian ketakwaan yang sesungguhnya bukan terletak pada seberapa kuat kita menahan lapar di siang hari saat Ramadan, melainkan seberapa kuat kita menahan diri dari kemaksiatan dan menjaga kedekatan dengan Allah saat Ramadan telah usai. Istikamah adalah kunci. Lebih baik amalan sedikit namun konsisten dilakukan setiap hari, daripada banyak namun hanya muncul setahun sekali,” tegas Alfiana Nurhidayah saat memberikan materi.
Beliau juga menekankan bahwa lingkungan seperti majelis taklim di tingkat dusun adalah benteng pertahanan utama dalam menjaga moralitas dan religiusitas masyarakat pedesaan.
Ketua Majelis Taklim Al-Ikhlas, Asih Susmiati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran penyuluh agama yang bersedia menjangkau wilayah dusun untuk memberikan bimbingan langsung. Menurutnya, materi ini sangat relevan mengingat sering terjadinya penurunan semangat ibadah di masyarakat setelah merayakan Idulfitri.
“Kami di Dusun Kalikidang berkomitmen agar Majelis Taklim Al-Ikhlas bukan sekadar tempat berkumpul, tapi menjadi tempat belajar yang menghidupkan hati. Melalui bimbingan Ibu Alfiana, kami diingatkan kembali bahwa takwa adalah bekal seumur hidup. Harapan kami, ibu-ibu di sini bisa terus kompak dan saling mengingatkan dalam kebaikan, meski Ramadan sudah lama berlalu,” ujar Asih Susmiati dengan penuh semangat.
Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan sesi diskusi mengenai praktik ibadah praktis sehari-hari. Antusiasme jamaah terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara menjaga kualitas salat dan manajemen waktu antara urusan rumah tangga dengan kegiatan keagamaan.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan semangat keberagaman di Desa Gumingsir, khususnya di Dusun Kalikidang, semakin kokoh. Ketakwaan yang telah dibentuk selama Ramadan diharapkan mampu bertransformasi menjadi kesalehan sosial yang berdampak positif bagi kerukunan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pertemuan ini diakhiri dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kekuatan untuk tetap teguh di jalan ketaatan.
(an/azd)







