Kisah Cinta Beda Negara Berlabuh di KUA Madukara

Banjarnegara (Humas) – Kisah cinta lintas negara kembali terukir di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Madukara. Pada hari Senin (20/4/2026), telah dilaksanakan pernikahan antara seorang warga negara Taiwan (laki-laki) dengan warga negara Indonesia (perempuan) yang berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan.

Prosesi akad nikah digelar di KUA Madukara dengan dihadiri oleh keluarga, saksi, serta kerabat dekat kedua mempelai. Meskipun berasal dari latar belakang budaya dan negara yang berbeda, suasana kebersamaan dan kehangatan sangat terasa sepanjang rangkaian acara. Perbedaan bahasa dan tradisi tidak menjadi penghalang, melainkan justru memperkaya makna dari peristiwa sakral tersebut.

Akad nikah dipimpin langsung oleh penghulu, Muhamad Ngunwan, selaku Kepala KUA Madukara. Dalam pelaksanaannya, beliau memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan syariat Islam dan regulasi perundang-undangan yang berlaku, khususnya terkait pernikahan dengan warga negara asing. Mulai dari pemeriksaan dokumen, kelengkapan administrasi, hingga pelaksanaan ijab kabul dilakukan dengan cermat dan profesional.

Dalam khutbah nikahnya, Muhamad Ngunwan menyampaikan pesan-pesan penting kepada kedua mempelai tentang arti sebuah pernikahan sebagai ikatan suci yang tidak hanya menyatukan dua insan, tetapi juga dua keluarga bahkan dua budaya yang berbeda. Ia menekankan pentingnya saling pengertian, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk menjaga keharmonisan rumah tangga di tengah perbedaan latar belakang.

“Pernikahan lintas negara seperti ini menunjukkan bahwa cinta mampu menjembatani perbedaan. Namun demikian, diperlukan kesiapan yang matang, terutama dalam memahami budaya masing-masing, agar kehidupan rumah tangga dapat berjalan harmonis dan penuh keberkahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan bahwa KUA Madukara terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, termasuk dalam memfasilitasi pernikahan campuran antara WNI dan WNA. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan kualitas layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Pernikahan ini menjadi bukti nyata bahwa KUA Madukara tidak hanya berperan sebagai lembaga pencatat peristiwa nikah, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pembinaan dan pelayanan keagamaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

Di akhir acara, suasana haru dan bahagia menyelimuti kedua mempelai beserta keluarga yang hadir. Doa-doa dipanjatkan agar pasangan tersebut dapat membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, serta mampu menjadi teladan dalam merajut keharmonisan di tengah keberagaman.

Peristiwa ini sekaligus menjadi gambaran bahwa di tengah arus globalisasi, nilai-nilai keagamaan dan kearifan lokal tetap dapat berjalan selaras, serta menjadi fondasi kuat dalam membangun keluarga yang kokoh dan penuh berkah.

Skip to content