Banjarnegara (Humas) — Suasana hangat dan penuh harap menyelimuti Balai Nikah KUA Wanadadi pada Jumat (24/4/2026), saat sepasang calon pengantin, Wahyu Mahardika dan Sita Nurhasanah, mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) dan penasehatan mandiri. Kegiatan ini dipandu oleh penyuluh agama Islam KUA Wanadadi, Darojat dan Arif Kholdun, sebagai bekal penting dalam menapaki kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Dalam penyampaiannya, Darojat menekankan pentingnya membangun fondasi keluarga sejak awal. Ia mengajak calon pengantin untuk tidak hanya mempersiapkan acara pernikahan, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual dalam menjalani kehidupan berumah tangga.
“Keluarga sakinah tidak hadir secara instan, tetapi dibangun dari niat yang lurus, komunikasi yang baik, serta komitmen untuk saling memahami dan menguatkan dalam setiap kondisi,” ujar Darojat dengan penuh penekanan.
Sementara itu, Arif Kholdun memberikan pemahaman mendalam terkait fikih ibadah dalam rumah tangga. Ia menjelaskan bahwa kehidupan keluarga tidak lepas dari tanggung jawab ibadah yang harus dijalankan bersama, mulai dari salat, menjaga kehalalan rezeki, hingga membimbing pasangan dalam kebaikan.
“Rumah tangga bukan hanya tentang kebersamaan secara fisik, tetapi juga perjalanan ibadah bersama menuju ridha Allah. Suami dan istri harus saling mengingatkan dalam kebaikan dan menjadi partner menuju surga,” tutur Arif Kholdun.
Kegiatan ini berlangsung dengan penuh interaksi dan antusiasme, di mana calon pengantin aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan rumah tangga. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam mempersiapkan kehidupan baru yang penuh tanggung jawab.
Melalui kegiatan Bimwin dan penasehatan mandiri ini, diharapkan calon pengantin memiliki bekal yang cukup untuk membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
KUA Wanadadi terus berkomitmen memberikan layanan pembinaan kepada masyarakat, khususnya calon pengantin, sebagai bagian dari upaya mewujudkan keluarga sakinah dan memperkuat ketahanan keluarga.
Kementerian Agama hadir untuk umat, membimbing dengan ilmu, menguatkan dengan nilai, dan menginspirasi dengan keteladanan.
(NN/azd)







