Pentingnya Mendidik dengan Kasih Sayang dalam Kelas Ibu Balita Desa Bawang

Banjarnegara (Humas) – Dalam upaya mewujudkan generasi yang berakhlakul karimah sejak dini, sejumlah ibu di lingkungan setempat menyelenggarakan kegiatan Kelas Ibu Balita dengan fokus utama pada pemantapan Parenting Islami. Kegiatan yang berlangsung dengan suasana kekeluargaan ini dilaksanakan secara lesehan untuk menciptakan kedekatan emosional antar peserta, Senin (27/4).

Dalam kesempatan tersebut, Istiva Zakiyah menyampaikan pesan mendalam mengenai peran krusial seorang ibu dalam rumah tangga. Beliau menekankan bahwa pendidikan karakter anak harus dimulai dari penguatan spiritual di tingkat keluarga.

“Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Melalui Parenting Islami, kita tidak hanya fokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memastikan hati anak-anak kita terpaut pada nilai-nilai agama sejak mereka masih balita,” ujar Istiva Zakiyah di hadapan para peserta.

Beliau juga menambahkan bahwa kesabaran dan keteladanan adalah kunci utama dalam mendidik. Anak-anak akan lebih mudah meniru apa yang dilakukan orang tuanya daripada apa yang diperintahkan.

Kegiatan ini menekankan bahwa kasih sayang adalah kunci utama dalam membentuk mentalitas anak yang tangguh dan berakhlak mulia. Dalam sesi diskusi, ditekankan bahwa anak yang tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih cenderung memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi dan empati yang lebih besar. Mengacu pada teladan Rasulullah saw yang sangat lembut terhadap cucu-cucunya, para ibu diajak untuk mempraktikkan komunikasi yang positif.

Beberapa poin penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  1. Sentuhan Fisik yang Menenangkan: Pentingnya pelukan dan usapan kepala sebagai bentuk validasi kasih sayang ibu kepada balita.
  2. Mendengar dengan Hati: Memberikan kesempatan bagi anak untuk mengekspresikan perasaannya tanpa langsung dihakimi atau dimarahi.
  3. Ketegasan Tanpa Kekerasan: Mengajarkan disiplin dengan bahasa yang lembut namun jelas, sehingga anak memahami aturan tanpa rasa takut yang berlebihan.

Suasana di lokasi menunjukkan implementasi langsung dari materi yang disampaikan. Sambil para ibu berdiskusi, anak-anak dibiarkan mengeksplorasi permainan edukatif di atas hamparan tikar. Hal ini menciptakan lingkungan yang rendah stres baik bagi ibu maupun anak.

“Anak adalah peniru yang ulung. Jika kita mendidik mereka dengan bentakan, mereka belajar kekerasan. Jika kita mendidik dengan kasih sayang, mereka belajar tentang cinta dan perdamaian,” ungkap Istivai saat memberikan arahan kepada peserta.

Selain berbagi ilmu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai healing session bagi para ibu. Dengan duduk melingkar dan berbagi pengalaman, para peserta merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan mengasuh balita. Dukungan moral antar sesama ibu dianggap sangat krusial agar orang tua tetap tenang dan bahagia dalam mendidik anak di rumah.

Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar para ibu yang hadir mampu mengimplementasikan ilmu yang didapat di rumah masing-masing. Suasana hangat terlihat saat para ibu menyimak edukasi sembari mendampingi buah hati mereka bermain di atas matras yang telah disediakan.

Dengan adanya bimbingan dari tokoh-tokoh seperti Istiva Zakiyah, diharapkan Kelas Ibu Balita ini menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang sehat secara jasmani dan kuat secara iman.

(FA/azd)

Skip to content