Menghidupkan Nilai, Menyentuh Jiwa: Penyuluh Agama Islam Resmi Kelola Bengkel Hati

Banjarnegara (Humas) — Suasana apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara pada Senin (27/4/2026), terasa berbeda. Dalam momentum tersebut, para penyuluh agama Islam secara resmi menerima Surat Keputusan (SK) sebagai pengelola program “Bengkel Hati”, sebuah inovasi pelayanan dalam mendukung terwujudnya Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Sukarno, yang menegaskan bahwa “Bengkel Hati” merupakan wujud nyata transformasi pelayanan keagamaan yang lebih menyentuh dimensi batin masyarakat.

“Program ini diharapkan menjadi ruang pembinaan yang tidak hanya memberikan pencerahan, tetapi juga solusi atas persoalan kehidupan umat. Penyuluh agama harus hadir sebagai penguat nilai dan penyejuk jiwa di tengah masyarakat,” ungkap Sukarno dalam amanatnya.

Program “Bengkel Hati” dirancang sebagai wadah pembinaan mental, spiritual, dan sosial yang lebih terarah dan berkelanjutan. Melalui pendekatan yang humanis dan kontekstual, penyuluh agama diharapkan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat dengan lebih efektif.

Ketua Pengelola “Bengkel Hati”, Hendriyanto, yang juga merupakan Penyuluh Agama Islam Kecamatan Mandiraja, menyampaikan komitmennya untuk menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar program, tetapi gerakan bersama untuk menghidupkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Kami siap menjadikan Bengkel Hati sebagai ruang yang menghadirkan ketenangan, penguatan iman, dan solusi bagi masyarakat,” ujar Hendriyanto.

Dengan diterbitkannya SK ini, diharapkan “Bengkel Hati” mampu menjadi inovasi pelayanan yang inspiratif, tidak hanya di Kabupaten Banjarnegara, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang berdampak nyata dan menyentuh hati umat.

Skip to content