Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti Majelis Taklim ‘Aisyiyah Ranting Purbasana, Desa Kasmaran, pada Senin sore, (4/5/2026). Puluhan ibu – ibu berkumpul di ruang pertemuan sejak pukul 15.00 WIB untuk mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang rutin diselenggarakan sebagai bagian dari penguatan spiritual masyarakat di wilayah Kecamatan Pagentan.
Hadir dalam kesempatan tersebut Alfiana Nurhidayah, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan, yang bertindak sebagai narasumber utama. Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh Kepala Majelis Taklim ‘Aisyiyah Ranting Purbasana, Ibu Turiyah, beserta jajaran pengurus lainnya. Pertemuan kali ini mengangkat tema yang sangat relevan dengan tantangan zaman, yakni “Menanamkan Kesantunan dalam Keluarga: Membangun Generasi Rabbani di Era Digital.”
Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa keluarga adalah madrasah pertama bagi anak-anak. Di tengah gempuran arus informasi dan teknologi yang begitu masif, peran orang tua, khususnya kaum ibu, menjadi benteng utama dalam menjaga akhlak dan budi pekerti anak. Menurutnya, kesantunan bukan sekadar tata krama lahiriah, melainkan cerminan dari kedalaman iman seseorang.
“Kesantunan dalam bertutur kata dan berperilaku adalah fondasi utama dalam pendidikan Islam di rumah. Jika kita mampu menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, kita sedang menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan ketaatan kepada Allah Swt,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana menjaga komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak. Alfiana mengajak para anggota ‘Aisyiyah untuk lebih bijak dalam menggunakan perangkat digital agar tidak mengurangi kualitas interaksi langsung di dalam rumah tangga. Ia menekankan bahwa keteladanan dari orang tua adalah metode dakwah yang paling ampuh.
Ibu Turiyah, selaku Kepala Majelis Taklim, memberikan apresiasi yang tinggi atas materi yang disampaikan. Beliau berharap penyuluhan ini dapat memberikan pencerahan bagi para anggota dalam menjalankan peran mereka sebagai pendidik di tingkat keluarga.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama dari KUA Pagentan. Materi ini menjadi pengingat bagi kami semua bahwa di balik kesibukan sehari-hari, tugas utama kita adalah memastikan anak-anak tumbuh dengan akhlakul karimah dan tetap santun meskipun dunia terus berubah,” tutur Ibu Turiyah dalam sambutannya.
Acara yang berlangsung hingga menjelang waktu Maghrib ini ditutup dengan sesi dialog interaktif dan doa bersama. Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara KUA Pagentan dan organisasi keagamaan di tingkat desa seperti ‘Aisyiyah terus terjalin erat demi mewujudkan masyarakat yang religius dan harmonis.
(an/azd)







