Suara Tilawah Menggema di TPQ Al Bathin, Santri Pasegeran Antusias Belajar Bersama Penyuluh Agama

Banjarnegara (Humas) – Suasana sore di Taman Pengajian Al-Qur’an (TPQ) Al Bathin Desa Pasegeran tampak lebih hidup dari biasanya. Sepuluh santriwan dan santriwati duduk rapi sambil membawa Al-Qur’an di tangan masing-masing untuk mengikuti bimbingan Tilawatil Qur’an yang diberikan oleh Suprihatin selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum. Kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai dengan suasana penuh semangat dan antusiasme para santri. (18/5/2026)

Dalam kegiatan tersebut, Suprihatin memberikan pembinaan mengenai cara membaca Al-Qur’an yang baik dan benar sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf. Para santri dibimbing secara bergantian untuk membaca beberapa ayat Al-Qur’an, kemudian diberikan arahan serta perbaikan pada bagian bacaan yang masih kurang tepat. Tidak hanya fokus pada pelafalan huruf, Suprihatin juga mengajarkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh penghayatan.

Beberapa santri terlihat masih terbata-bata saat membaca ayat, namun Suprihatin dengan sabar membimbing dan mengulang contoh bacaan hingga para santri mampu mengikuti dengan baik. Suasana belajar berlangsung interaktif karena para santri tampak berani bertanya ketika menemukan bacaan yang sulit. Sesekali terdengar lantunan ayat Al-Qur’an yang diulang bersama-sama untuk melatih kekompakan dan kefasihan membaca.

“Belajar Tilawatil Qur’an bukan hanya melatih suara agar indah, tetapi juga melatih anak-anak supaya mencintai Al-Qur’an dan terbiasa membacanya setiap hari. Anak-anak harus terus didampingi agar semakin percaya diri dalam membaca Al-Qur’an,” ujar Suprihatin.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari para santri. Mereka terlihat tetap bersemangat mengikuti bimbingan hingga menjelang sore meskipun beberapa kali harus mengulang bacaan karena masih salah dalam panjang pendek maupun pelafalan huruf hijaiyah. Dengan penuh kesabaran, Suprihatin terus memberikan motivasi agar para santri tidak malu untuk belajar dan memperbaiki bacaan.

Eyza selaku salah satu santriwan mengaku senang dapat mengikuti bimbingan Tilawatil Qur’an tersebut. Menurutnya, kegiatan seperti ini membuat dirinya lebih memahami cara membaca Al-Qur’an dengan benar dan menambah semangat untuk terus mengaji.

“Saya senang karena bisa belajar langsung cara membaca Al-Qur’an yang benar. Kalau ada bacaan yang salah langsung dibetulkan, jadi saya ingin lebih rajin lagi belajar ngaji,” ungkap Eyza dengan penuh semangat.

Melalui kegiatan bimbingan ini, diharapkan para santri TPQ Al Bathin Desa Pasegeran semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta tumbuh menjadi generasi yang cinta terhadap Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman. 

(ev/azd)

Skip to content