Banjarnegara – Matsamara (MTs Ma’arif Mandiraja) Kabupaten Banjarnegara dalam melaksanakan Ujian Madrasah (UM) kelas IX tahun pelajaran 2025-2026 yang dimulai sejak tanggal 4 sampai 12 Mei 2026 disambut dengan doa bersama dan pemberian motivasi di halaman Madrasah sebelum masuk ruang ujian. Moment penting seperti ini dilakukan setiap hari dengan tujuan untuk memohon kepada Allah SWT supaya diberi kemudahan dan kelancaran dalam menempuh UM dengan harapan mendapatkan nilai-nilai yang tinggi serta membentuk kedisiplinan siswa-siswi sebelum Ujian. (17/5/2026)
Faza Daffa Al Khirzin salah satu guru Matsamara yang memberikan motivasi kepada siswa-siswi mengatakan, pendidikan di awali dari TK disana diajari menulis dan membaca, kemudian SD/MI diajari berinteraksi dan berhitung. Kemudian di MTs harus bisa membedakan antara Haq (Benar) dan Bathil (Salah) sekarang saatnya. Lebih lanjut lagi yaitu SMA/MA diajari bagaimana dunia bekerja, kemudian kuliah diajari bagaimana cara mencari uang atau bekerja di dunia.
“Tinggal satu langkah menuju kelulusan dengan membawa nama baik almamater MTs Ma’arif Mandiraja ini. Begitu pentingnya Pendidikan, salah satu sahabat Nabi yang bernama Ali bin Abi Thalib berkata; Tidak ada kekayaan yang lebih utama dari pada akal, Tidak ada keadaan yang lebih menyedihkan dari pada kebodohan, dan Tidak ada warisan yang lebih baik dari pada Pendidikan,” tambahnya.
Beliau juga mengatakan, “Bagaimana kalian bisa melihat masa depan melalui pendidikan. Sehingga diharapkan lulus dari MTs membawa nilai baik dan melanjutkan ke jenjang berikutnya. Jangan sampai ketika kalian memilih kemudian mengeluh, dan yang bodoh adalah ketika mengeluh tapi tidak mencoba pilihan yang lain. Pendidikan itu bisa merubah hidup kalian.”
Zaki Khoirul Anwar siswa kelas IX B mengatakan, selama mengikuti UM ini saya merasa mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga. Ujian ini bukan hanya menguji kemampuan akademik, tetapi juga melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan mental untuk lebih percaya diri dalam menghadapi setiap tantangan. Saya merasa suasana Ujian berjalan dengan tertib dan kondusif sehingga membuat kami lebih fokus dalam mengerjakan soal.
“Kegiatan doa bersama dan pemberian motivasi dari bapak/ibu guru disetiap pagi sebelum Ujian memberikan kesan yang sangat baik bagi kami, suasana menjadi lebih tenang, khidmat, dan menumbuhkan rasa kebersamaan antar siswa. Saya merasa lebih siap secara mental dan hati menjadi lebih tenang karena kami memohon kemudahan dan kelancaran kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga mengajarkan kami untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap keadaan, terutama saat menghadapi hal penting seperti Ujian,” ungkap Zaki. Sementara itu Sabrina Aurora Putri siswi kelas IX D mengatakan, sudah hampir tiga tahun berlalu kami di MTs Ma’arif Mandiraja dan tinggal selangkah lagi menuju kelulusan. Disini adalah titik perjuangan yang momentum bagi siswa kelas IX, dimana kami belajar bersungguh-sungguh untuk meraih nilai yang terbaik. Tetapi ada satu hal yang membuat saya sadar dalam menjalani Ujian ini yaitu menuntut ilmu bukanlah soal meraih nilai yang terbaik tetapi soal apa yang bapak dan ibu guru sampaikan dan praktekkan untuk kita contoh dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari, terlebih pelajaran agama yang pastinya akan dipakai dalam kehidupan sehari-hari.
Ia berharap, “Semoga siswa-sisiwi kelas IX MTs Ma’arif Mandiraja mendapatkan nilai terbaik dan bisa melanjutkan ke sekolah favorit yang diinginkan.”
Mandiraja, Mei 2026
Kontributor
Jihadul Majid, M.Pd







