KUA Rakit Berikan Kontribusi Inovatif dalam Lokakarya Mini Puskesmas Rakit 2

Banjarnegara (Humas) – Kantor urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit turut memberikan kontribusi pemikiran inovatif dan konstruktif dalam kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas Rakit 2 yang dilaksanakan pada Kamis (21/5/2026), bertempat di Aula Puskesmas Rakit 2. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kesehatan dan pembangunan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Rakit 2. 

Acara dihadiri oleh unsur Forkompincam Kecamatan Rakit, Camat Rakit, Kepala Puskesmas Rakit 2, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten, pengawas pendidikan madrasah, Korwil Dindikcam, para kepala desa, Ketua PKK desa, serta kepala MTs dan SMP se-wilayah kerja Puskesmas Rakit 2. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Camat Rakit menegaskan pentingnya kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program-program kesehatan yang telah dirancang pemerintah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan kesehatan tidak dapat dicapai hanya oleh tenaga medis, tetapi memerlukan keterlibatan semua pihak, termasuk lembaga pendidikan, tokoh agama, dan pemerintah desa.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Rakit 2 menyampaikan capaian program kerja sekaligus evaluasi beberapa target layanan kesehatan yang masih perlu ditingkatkan. Salah satu isu strategis yang menjadi pembahasan utama adalah program CKG di semua usia, peningkatan capaian pelayanan kesehatan masyarakat, serta penguatan program desa sehat di wilayah Kecamatan Rakit.

Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten juga memberikan arahan agar seluruh stakeholder mampu menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih menyentuh masyarakat hingga tingkat desa dan keluarga. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam mewujudkan masyarakat sehat dan mandiri.

Dalam forum tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Rakit Fuad Latif turut memberikan pandangan imajinatif sebagai terobosan untuk mendukung keberhasilan program-program Puskesmas Rakit 2.  Fuad Latif menekankan pentingnya pendekatan budaya, spiritual, dan edukasi keluarga dalam membangun kesadaran hidup sehat.

Beberapa gagasan yang disampaikan antara lain penguatan edukasi kesehatan melalui pengajian, majelis taklim, sekolah, serta keterlibatan tokoh agama dan kader masyarakat sebagai I. Selain itu, pendekatan persuasif berbasis keteladanan dinilai mampu mempercepat perubahan pola hidup sehat di tengah masyarakat.

Lokakarya mini tersebut berlangsung dengan suasana dialogis dan penuh semangat kebersamaan. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antarinstansi dalam mewujudkan masyarakat Kecamatan Rakit yang sehat, peduli, dan berkualitas.

(FLF/azd)

Skip to content