Legalitas Di Tangan, Majelis Taklim Nasyiatul Aisyiyah Metawana Naik Kelas

Banjarnegara (Humas) – Langkah maju dan legalitas hukum kini resmi dikantongi oleh Majelis Taklim (MT) Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana. Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan secara resmi menyerahkan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) kepada pengurus majelis taklim tersebut pada Jumat (29/5/2026). Prosesi penyerahan yang berlangsung khidmat ini dilaksanakan di Serambi Masjid Baiturrahman, Dusun Metawana, Desa Metawana, sesaat setelah selesainya kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan rutin.

Penyerahan SKT dilakukan langsung oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, kepada Rismawati selaku Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana. Majelis taklim yang mayoritas anggotanya merupakan ibu-ibu muda warga sekitar Dusun Metawana ini tampak antusias menghadiri momen penting tersebut. Keberadaan SKT ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan keagamaan yang mereka jalankan telah diakui dan terdata secara resmi oleh pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, M. Syaiful Abidin menyampaikan apresiasi yang mendalam atas semangat dan inisiatif para pengurus. Keberadaan majelis taklim yang diisi oleh generasi muda dinilai sangat strategis dalam membentengi moral keluarga.

“Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu muda di Dusun Metawana ini. Dengan diterbitkannya SKT ini, MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana kini memiliki payung hukum yang kuat. Kami berharap legalitas ini menjadi pemantik semangat untuk terus konsisten menyebarkan syiar Islam yang sejuk, moderat, serta mampu melahirkan program-program pembinaan keluarga sakinah yang inovatif,” ujar Syaiful.

Sementara itu, Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana, Rismawati, tidak dapat menyembunyikan rasa syukur dan bahagianya. Menurutnya, kepemilikan SKT ini sudah lama dinantikan oleh seluruh anggota untuk memantapkan langkah organisasi ke depan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas penyerahan SKT ini. Dokumen ini bukan sekadar selembar kertas bagi kami, melainkan sebuah amanah dan motivasi besar. Sebagai wadah berkumpulnya ibu-ibu muda, kami berkomitmen untuk terus belajar dan berbenah. Terima kasih kepada KUA Pagentan yang selalu setia mendampingi dan memberikan bimbingan rutin kepada kami di pelosok desa ini,” ungkap Rismawati dengan penuh semangat.

Acara yang berlangsung dengan penuh rasa kekeluargaan tersebut ditutup dengan foto bersama dan doa bersama. Diharapkan, sinergi antara KUA Pagentan melalui penyuluh agamanya dan MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana dapat terus berjalan berkesinambungan demi mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan sejahtera. 

(msa/azd)

Skip to content