Jangan Sibuk Intip Kebun Orang, Penyuluh KUA Pagentan Ajak Jamaah Nasyiatul Aisyiyah Fokus Urus Rumah Tangga

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam memberikan edukasi keagamaan dan penguatan mental bagi masyarakat. Pada Jumat (29/5/2026), Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan yang bertempat di Serambi Masjid Baiturrahman, Desa Metawana.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh 24 orang jamaah yang merupakan anggota Majelis Taklim (MT) Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana. Dalam kesempatan tersebut, M. Syaiful Abidin mengangkat sebuah tema yang cukup unik namun sarat akan makna mendalam, yaitu “Rumah Tangga Bukan Rumah Tetangga”.

Dalam pemaparannya, Syaiful menekankan pentingnya menjaga privasi dan kemandirian dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Menurutnya, banyak konflik pernikahan zaman sekarang dipicu oleh campur tangan pihak luar atau kecenderungan membanding-bandingkan kehidupan sendiri dengan orang lain.

“Rumah tangga itu adalah tempat di mana kita membangun visi bersama pasangan berdasarkan komitmen dan aturan agama, bukan tempat untuk memamerkan atau membiarkan orang lain ikut campur. Istilah ‘Bukan Rumah Tetangga’ ini mengingatkan kita agar tidak sibuk melihat kebun orang lain hingga lupa merawat kebun sendiri. Jaga rahasia pasangan dan fokuslah pada kebahagiaan internal,” ujar M. Syaiful Abidin di hadapan para jamaah.

Ia juga menambahkan bahwa komunikasi yang sehat antara suami dan istri adalah kunci utama untuk membentengi rumah tangga dari pengaruh negatif lingkungan sekitar.

Tema yang kontekstual ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana, Rismawati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pencerahan yang diberikan oleh penyuluh dari KUA Pagentan tersebut. Ia menilai materi ini sangat relevan dengan tantangan sosial yang dihadapi ibu-ibu muda saat ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Syaiful atas ilmu yang disampaikan. Tema hari ini benar-benar menyentuh realitas kehidupan sehari-hari. Di era media sosial ini, godaan untuk membandingkan rumah tangga sendiri dengan ‘rumah tetangga’ sangat besar. Penyuluhan ini menjadi pengingat sekaligus benteng bagi ibu-ibu Nasyiatul Aisyiyah agar lebih bijak dan bersyukur,” ungkap Rismawati.

Acara yang dimulai siang hari ini diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif dan doa bersama. Melalui kegiatan rutin seperti ini, KUA Pagentan berharap dapat terus berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di wilayah Banjarnegara. 

(msa/azd)

Skip to content