Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kalibening, Yulfiani, mengadakan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Aisyiyah Sidakangen pada Sabtu (30/5). Kegiatan yang dihadiri oleh jamaah Aisyiyah tersebut berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, dengan materi yang mengangkat tema tentang amalan penyelamat Nabi Yunus As. sebagaimana tercantum dalam QS. Ash-Shaffat ayat 143-144.
Dalam penyampaiannya, Yulfiani mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran berharga dari kisah Nabi Yunus As. yang diuji oleh Allah hingga berada di dalam perut ikan paus. Menurutnya, kisah tersebut mengandung pesan penting tentang kesabaran, pengakuan atas kesalahan, serta kekuatan doa dan dzikir dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
Yulfiani menjelaskan bahwa salah satu amalan yang menjadi penyelamat Nabi Yunus As. adalah memperbanyak tasbih dan dzikir kepada Allah. Ia mengutip kandungan ayat yang menjelaskan bahwa apabila Nabi Yunus bukan termasuk orang yang banyak bertasbih, maka beliau akan tetap berada di dalam perut ikan hingga hari kebangkitan.
“Sering kali manusia merasa putus asa ketika menghadapi masalah yang berat. Padahal, kisah Nabi Yunus mengajarkan bahwa pertolongan Allah selalu dekat bagi hamba yang mau kembali kepada-Nya dengan penuh kerendahan hati,” tutur Yulfiani di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak jamaah untuk membiasakan membaca dzikir dan memperbanyak istighfar dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika menghadapi kesulitan. Menurutnya, ketenangan hati tidak hanya diperoleh dari solusi duniawi, tetapi juga dari kedekatan seorang hamba dengan Allah SWT.
Para jamaah tampak menyimak materi dengan penuh perhatian. Beberapa di antaranya turut berbagi pengalaman tentang pentingnya menjaga dzikir dan doa di tengah berbagai persoalan kehidupan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jamaah Majelis Taklim Aisyiyah Sidakangen semakin termotivasi untuk memperkuat keimanan, memperbanyak dzikir, dan meneladani keteguhan Nabi Yunus As. dalam menghadapi ujian kehidupan.
(wha/azd)







