Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Islam Kantor urusan Agama (KUA) Karangkobar melaksanakan kegiatan Bimbingan Rohani Islam (Bimrohis) bagi pasien dan keluarga pasien di Puskesmas Karangkobar, Selasa (2/6/2026).
Kegiatan Bimrohis ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Duwi Rohmah, Adib, dan Zuhri sebagai wujud nyata kehadiran negara melalui Kementerian Agama dalam memberikan pendampingan spiritual kepada masyarakat yang sedang menghadapi ujian kesehatan. Kegiatan tersebut bertujuan memberikan ketenangan batin, menguatkan keimanan, serta menumbuhkan sikap sabar dan tawakal kepada Allah SWT.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh agama secara langsung mendatangi pasien yang sedang menjalani perawatan. Selain memanjatkan doa bersama agar para pasien segera diberikan kesembuhan dan kesehatan, para penyuluh juga memberikan nasihat keagamaan serta motivasi kepada keluarga pasien agar tetap sabar, ikhlas, dan terus berikhtiar dalam menghadapi ujian dari Allah SWT.
Salah satu pasien yang mendapatkan pendampingan rohani adalah seorang ibu hamil trimester pertama asal Desa Pagerpelah. Kepada pasien tersebut, Penyuluh Agama Islam Duwi Rohmah memberikan penguatan spiritual terkait hikmah di balik berbagai keluhan yang lazim dialami pada masa awal kehamilan.
Menurut Duwi Rohmah, masa kehamilan merupakan fase yang penuh perjuangan sekaligus ladang pahala bagi seorang ibu.
“Rasa mual, lemas, dan berbagai ketidaknyamanan yang dirasakan ibu hamil hendaknya tidak hanya dipandang sebagai kesulitan, tetapi juga sebagai bentuk perjuangan mulia dalam mengemban amanah Allah SWT. Dengan kesabaran dan keikhlasan, setiap proses yang dijalani akan bernilai ibadah dan menjadi jalan datangnya keberkahan bagi ibu maupun calon buah hati,” ujarnya.
Penyuluh Agama Islam Adib menyampaikan bahwa kegiatan Bimrohis merupakan bagian dari pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual masyarakat.
“Pendampingan rohani ini diharapkan dapat memberikan ketenangan jiwa bagi pasien dan keluarganya. Dengan hati yang tenang dan iman yang kuat, insyaallah proses pengobatan akan dijalani dengan lebih sabar, optimis, dan penuh harapan kepada Allah SWT,” ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Zuhri menegaskan pentingnya mengiringi ikhtiar medis dengan doa dan penguatan spiritual.
“Sakit adalah ujian yang pasti mengandung hikmah. Selain berobat sesuai anjuran tenaga kesehatan, pasien dan keluarga juga perlu memperkuat doa, dzikir, dan tawakal kepada Allah SWT. Semoga setiap penyakit yang dialami menjadi penggugur dosa dan sebab diangkatnya derajat seorang hamba di sisi Allah,” tuturnya.
Kegiatan Bimrohis yang diikuti oleh sejumlah pasien dan keluarga pasien tersebut berlangsung dengan khidmat, hangat, dan penuh kekeluargaan. Kehadiran penyuluh agama mendapat sambutan positif dari pasien maupun keluarga yang merasa lebih tenang, termotivasi, dan memperoleh penguatan batin selama menjalani masa perawatan.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar berharap dapat terus berkontribusi dalam mendukung proses penyembuhan pasien sekaligus memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan di tengah masyarakat. Kegiatan Bimrohis juga menjadi bagian dari sinergi antara layanan kesehatan dan layanan keagamaan dalam mewujudkan pelayanan publik yang holistik, humanis, dan berdampak.
(dr/azd)







