Banjarnegara (Humas) – Upaya membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Purwanegara. Pada Kamis (4/6/2026), Penyuluh Agama Islam, Imam Sarifudin, melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan di MI Muhammadiyah Mertasari.
Kegiatan yang berlangsung di ruang kelas V MI Muhammadiyah Mertasari tersebut diikuti sekitar 30 siswa. Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti materi yang disampaikan, bahkan beberapa di antaranya aktif menjawab pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait adab dalam belajar.
Dalam kesempatan tersebut, Imam Sarifudin menyampaikan materi tentang adab menuntut ilmu, sebuah tema yang sangat penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah dasar. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh banyaknya ilmu yang dimiliki, tetapi juga oleh akhlak dan adab yang menyertai ilmu tersebut.
Di hadapan para siswa, Imam menegaskan bahwa adab memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Para ulama terdahulu bahkan mengajarkan adab terlebih dahulu sebelum ilmu.
“Anak-anak, adab lebih utama daripada ilmu. Orang yang berilmu belum tentu beradab, tetapi orang yang benar-benar beradab biasanya akan memiliki ilmu. Karena dengan adab yang baik, seseorang akan mudah menerima ilmu dan menghormati guru yang mengajarkannya,” jelas Imam.
Ia juga mengajak para siswa untuk membiasakan adab-adab dalam menuntut ilmu, seperti menghormati guru, mendengarkan pelajaran dengan sungguh-sungguh, tidak memotong pembicaraan, menjaga kebersihan kelas, serta bersikap sopan kepada teman-teman.
Menurut Imam, ilmu yang bermanfaat akan lebih mudah diperoleh apabila seorang pelajar memiliki akhlak yang baik. Sebaliknya, ilmu yang tinggi tanpa adab dapat membuat seseorang sombong dan sulit diterima di tengah masyarakat.
Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluh agama dalam memberikan pembinaan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kepada kalangan pelajar. Melalui kegiatan semacam ini, KUA Kecamatan Purwanegara berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter mulia kepada generasi muda sejak dini.
Pihak sekolah menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai mampu memberikan penguatan pendidikan karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Islam. Diharapkan materi yang disampaikan dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, KUA Kecamatan Purwanegara berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki adab yang baik, menghormati guru, serta mampu menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
(rp/azd)







