Banjarnegara (Humas) – Efatun Vaizah selaku Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pandanarum memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurunnisa Sirongge. Kegiatan yang dilaksanakan di rumah salah satu anggota majelis tersebut berlangsung dengan khidmat dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kelompok usia. (12/6/2026)
Pada kesempatan tersebut, Efatun menyampaikan materi tentang cara mendampingi orang yang sedang sakaratul maut. Materi ini dipilih karena masih banyak masyarakat yang belum memahami langkah-langkah yang dianjurkan dalam Islam ketika menghadapi anggota keluarga atau kerabat yang sedang berada pada detik-detik terakhir kehidupannya.
Efatun menjelaskan bahwa mendampingi orang yang sakaratul maut merupakan salah satu bentuk kepedulian dan ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Keluarga maupun orang terdekat dianjurkan untuk memberikan ketenangan kepada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut, memperbanyak doa, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, serta menuntun kalimat Laa ilaaha illallah dengan cara yang lembut dan tidak memaksa. Selain itu, keluarga juga diingatkan untuk menjaga suasana tetap tenang dan menghindari ucapan yang dapat menimbulkan kesedihan berlebihan.
Efatun juga menekankan bahwa pengetahuan mengenai pendampingan sakaratul maut penting dimiliki oleh semua kalangan, termasuk generasi muda. Menurutnya, setiap orang berpotensi menghadapi situasi tersebut ketika mendampingi orang tua, saudara, maupun anggota masyarakat lainnya sehingga diperlukan pemahaman yang benar sesuai tuntunan agama.
Ketua MT Nurunnisa yaitu Tati Susanti, menyambut baik materi yang disampaikan. Menurutnya, tema tersebut sangat relevan dan memberikan tambahan wawasan bagi para anggota majelis taklim.
“Materi ini sangat penting karena sebagian anggota majelis kami masih berusia muda. Dengan adanya penyuluhan ini, kami menjadi lebih memahami apa yang harus dilakukan ketika mendampingi orang yang sedang sakaratul maut. Ilmu seperti ini jarang diperoleh sehingga sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ungkap Tati Susanti.
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan jamaah untuk berkonsultasi mengenai berbagai pengalaman yang sering ditemui di lingkungan sekitar. Melalui penyuluhan ini diharapkan masyarakat memiliki pemahaman yang lebih baik tentang tata cara pendampingan sakaratul maut sesuai syariat Islam, sehingga dapat memberikan pelayanan dan pendampingan yang tepat kepada sesama ketika menghadapi fase akhir kehidupan.
(ev/azd)
