Jangan Biarkan Hati Larut dalam Gelisah, Penyuluh KUA Kalibening Ajak Jemaah Dekat dengan Al-Qur’an

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibening, Ngudi Rahayu, mengajak jemaah Majelis Taklim Hifzil Qur’an Desa Asinan menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber ketenangan dan penguat hati dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan yang diikuti 25 jemaah, Senin (21/9/2026).

Dalam penyuluhan tersebut, Ngudi Rahayu menyampaikan materi bertema “Al-Qur’an Sebagai Obat Hati (Syifa)”. Menurutnya, kehidupan sehari-hari tidak selalu berjalan sesuai harapan. Ada kalanya seseorang menghadapi persoalan, kekhawatiran, maupun kegelisahan yang membuat hati terasa berat.

Di tengah kondisi tersebut, Al-Qur’an dapat menjadi salah satu jalan untuk menenangkan hati. Membaca, memahami, dan mengamalkan kandungannya bukan hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun keteguhan diri ketika menghadapi berbagai persoalan.

Ngudi Rahayu mengajak jemaah untuk tidak menjadikan Al-Qur’an sebatas bacaan yang dilantunkan, tetapi juga berusaha mendekatkan diri pada pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. “Al-Qur’an adalah petunjuk bagi manusia. Ketika hati sedang menghadapi kegelisahan, mari kita kembali mendekat kepada Al-Qur’an, membacanya, memahami pesannya, kemudian berusaha mengamalkannya dalam kehidupan,” ungkapnya.

Penyuluhan tersebut juga menjadi ruang bagi jemaah untuk kembali menguatkan kesadaran bahwa ketenangan hati perlu dirawat. Kesibukan dan persoalan kehidupan hendaknya tidak membuat seseorang menjauh dari ibadah dan hubungan dengan Allah.

Melalui kegiatan ini, jemaah diharapkan semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai keadaan. Dengan hati yang terus terhubung dengan Al-Qur’an, kehidupan diharapkan dapat dijalani dengan lebih tenang, sabar, dan penuh keyakinan. 

(WHA/azd)