KUA Mandiraja dan Korwilcam Mandiraja Teken MoU Sinergi Pembinaan Keluarga dan Pendidikan Karakter Anak

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja memperkuat sinergi lintas sektor dalam pembinaan keluarga dan pendidikan karakter anak usia dini melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam) Mandiraja Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kecamatan Mandiraja, Senin (21/9/2026).

Penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Mandiraja, Dian Setiadi, Feti Sulistiyani, dan Hendriyanto. Sementara itu, Korwilcam Mandiraja diwakili oleh Enan Setiyadi.

Kerja sama ini menjadi langkah bersama untuk memperkuat pembinaan keluarga sekaligus mendukung pendidikan karakter anak sejak usia dini. Sinergi antara KUA dan unsur pendidikan diharapkan dapat menghadirkan pendekatan pembinaan yang saling melengkapi, khususnya dalam menanamkan nilai agama, akhlak, etika, dan kebiasaan positif kepada anak.

KUA Kecamatan Mandiraja memiliki fungsi pelayanan bimbingan perkawinan dan keluarga sakinah serta bimbingan dan penerangan agama Islam. Hal tersebut menjadi ruang strategis bagi penyuluh agama untuk berkontribusi dalam penguatan ketahanan keluarga dan pembinaan masyarakat.

Dian Setiadi menyampaikan bahwa keluarga dan lembaga pendidikan memiliki peran yang saling berkaitan dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pembinaan karakter akan lebih kuat apabila dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lingkungan terdekat anak.

“Pembentukan karakter anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan lingkungan. Melalui sinergi ini, kami berharap nilai-nilai agama dan akhlak dapat dikenalkan sejak usia dini dengan cara yang sesuai dengan perkembangan anak,” ujar Dian.

Feti Sulistiyani menambahkan bahwa pendidikan karakter perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan.

“Anak usia dini membutuhkan keteladanan dan pembiasaan. Karena itu, sinergi antara orang tua, pendidik, dan penyuluh agama sangat penting agar pesan-pesan kebaikan yang diterima anak di sekolah juga mendapat penguatan di lingkungan keluarga,” jelas Feti.

Sementara itu, Enan Setiyadi menyambut baik terjalinnya kerja sama antara KUA Mandiraja dengan Korwilcam Mandiraja. Ia berharap MoU tersebut dapat ditindaklanjuti melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga, pendidik, dan anak usia dini.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi dapat dilanjutkan dengan kegiatan nyata yang mendukung pendidikan karakter dan penguatan peran keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak,” ungkap Enan.

Hendriyanto menambahkan bahwa pendidikan karakter perlu mendapatkan perhatian sejak masa awal pertumbuhan anak karena kebiasaan yang dibangun sejak dini dapat menjadi bagian penting dalam pembentukan kepribadian.

Melalui MoU tersebut, KUA Kecamatan Mandiraja dan Korwilcam Mandiraja berkomitmen membangun koordinasi dan kolaborasi dalam kegiatan pembinaan keluarga serta pendidikan karakter anak usia dini. Kerja sama ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada keluarga dan satuan pendidikan sehingga terbentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara religius, berkarakter, dan berakhlak mulia. 

(m/azd)