KUA Mandiraja dan SLB Negeri Mandiraja Perkuat Layanan Keagamaan bagi Wali Murid

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja  Rabu (30/9/26) memperkuat sinergi dengan SLB Negeri Mandiraja melalui kerja sama pelayanan keagamaan dan pembinaan wali murid. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan keagamaan yang inklusif bagi keluarga dan peserta didik berkebutuhan khusus, melalui pendampingan Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja.

Kerja sama tersebut mengacu pada Nota Kesepahaman antara KUA Mandiraja dan SLB Negeri Mandiraja tentang Pelayanan Keagamaan dan Pembinaan Wali Murid melalui Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja. Melalui kerja sama ini, layanan keagamaan diharapkan dapat diberikan secara lebih dekat dengan kebutuhan keluarga di lingkungan SLB Negeri Mandiraja.

Dalam pelaksanaannya, Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja akan memberikan pendampingan keagamaan, bimbingan keluarga, konsultasi keagamaan, serta pembinaan kepada orang tua atau wali murid sesuai kebutuhan. Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi wali murid untuk memperoleh informasi, penguatan, dan pendampingan dalam menjalankan kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga.

Kepala KUA Mandiraja, Musobihin, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen KUA dalam memperluas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

“Pelayanan keagamaan tidak boleh hanya hadir di kantor. Kita ingin penyuluh hadir lebih dekat dengan masyarakat, termasuk keluarga yang memiliki anak berkebutuhan khusus. Semoga kerja sama ini menjadi ruang untuk saling menguatkan antara sekolah, orang tua, penyuluh dan KUA,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SLB Negeri Mandiraja, Ruslan Abdul Ghoni, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, pendampingan keagamaan bagi wali murid dapat menjadi salah satu bentuk dukungan bagi keluarga dalam mendampingi peserta didik.

“Kami menyambut baik kerja sama dengan KUA Mandiraja. Anak-anak berkebutuhan khusus tidak hanya membutuhkan pendidikan di sekolah, tetapi juga dukungan dan pendampingan dari keluarga. Kehadiran penyuluh agama diharapkan dapat memberikan penguatan bagi orang tua dalam mendampingi anak-anak di rumah,” tuturnya.

Penyuluh Agama Islam KUA Mandiraja, Hendriyanto, mengatakan bahwa pelaksanaan kerja sama akan diarahkan pada pelayanan yang dekat dengan kebutuhan wali murid. Menurutnya, penyuluh tidak hanya berperan menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memberikan ruang konsultasi dan pendampingan sesuai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Kami tidak ingin kehadiran penyuluh hanya sebatas memberikan ceramah. Yang lebih penting adalah mendengar, mendampingi dan mencari solusi bersama. Orang tua wali murid juga membutuhkan ruang untuk bertanya dan mendapatkan penguatan, terutama dalam menghadapi dinamika mendampingi anak berkebutuhan khusus,” jelas Hendriyanto.

Ia menambahkan, pendekatan yang digunakan akan mengedepankan komunikasi yang ramah dan kekeluargaan agar layanan keagamaan dapat diterima dan dirasakan manfaatnya oleh keluarga. Dengan demikian, kerja sama antara KUA Mandiraja dan SLB Negeri Mandiraja tidak hanya menjadi bentuk koordinasi kelembagaan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat pelayanan keagamaan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Sinergi tersebut sekaligus memperkuat peran Penyuluh Agama Islam sebagai bagian dari pelayanan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan, wali murid diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap bimbingan dan konsultasi keagamaan sesuai kebutuhan keluarga.

Kerja sama KUA Mandiraja dan SLB Negeri Mandiraja menjadi salah satu bentuk upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat, ramah, dan inklusif bagi masyarakat. 

(m/azd)