Banjarnegara (Humas) – Dunia bukan sekadar tempat menjalani kehidupan, melainkan ladang untuk menanam amal yang kelak akan dituai di akhirat. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah, dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam bersama lebih dari 100 jamaah Majelis Taklim Cokroaminoto, bertempat di TPQ Al-Ghazali, Jumat Manis (16/10/2026).
Mengangkat pesan Ad-Dunyā Mazra‘atul Ākhirah (Dunia adalah Ladang Akhirat), Duwi mengajak jamaah untuk tidak terlena dengan kesibukan dunia hingga melupakan bekal menuju kehidupan yang kekal.
Ia mengibaratkan kehidupan layaknya perjalanan mudik. Untuk perjalanan sementara saja, manusia rela mempersiapkan kendaraan, biaya, bekal, hingga oleh-oleh. Lantas, bagaimana dengan perjalanan menuju akhirat yang tidak mengenal kepulangan?
“Jangan sampai kita begitu sibuk mempersiapkan bekal perjalanan dunia, tetapi justru lupa menyiapkan bekal menuju akhirat. Padahal Allah telah mengingatkan bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa,” tuturnya, merujuk QS. Al-Baqarah ayat 197.
Lebih lanjut, Duwi mengingatkan pesan QS. Az-Zalzalah ayat 7–8 bahwa siapa pun yang mengerjakan kebaikan maupun keburukan seberat zarah, kelak akan melihat balasannya.
Menurutnya, ayat tersebut menjadi motivasi agar setiap muslim tidak meremehkan amal sekecil apa pun. Menjaga salat, mendidik keluarga, bertutur kata baik, membantu sesama, hingga menghadirkan kebahagiaan bagi orang lain merupakan bagian dari ikhtiar menanam kebaikan.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah, jangan menunggu luang untuk beribadah, dan jangan menunggu tua untuk memperbaiki diri. Selagi Allah masih memberikan kesempatan hidup, mari terus menanam kebaikan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, Duwi berharap jamaah semakin menyadari bahwa keberhasilan hidup bukan hanya diukur dari apa yang berhasil dikumpulkan di dunia, tetapi juga dari amal yang dipersiapkan untuk kehidupan akhirat.
Sebab dunia adalah tempat menanam, sedangkan akhirat adalah tempat menuai. Maka, tanamlah kebaikan selagi kesempatan masih Allah berikan.
(dr/azd)
