Menggugah Kesadaran Iman, Penyuluh Agama KUA Pagentan Sampaikan Materi “Tiga Tamu Tak Diundang”

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan dan penyuluhan keagamaan kepada masyarakat luas. Langkah nyata ini kembali diwujudkan melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan yang digelar oleh Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, bersama Majelis Ta’lim (MT) Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana pada Jumat (16/10/2026).

Kegiatan penyuluhan yang berlangsung hangat dan penuh khidmat tersebut bertempat di kediaman Ibu Martoyo, RT 01 RW 01 Desa Metawana, Kecamatan Pagentan. Sebanyak 28 orang jamaah dari unsur pengurus dan anggota MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana tampak antusias mengikuti jalannya kajian dari awal hingga akhir.

Pada kesempatan kali ini, M. Syaiful Abidin mengangkat tema yang sangat mendalam dan penuh peringatan spiritual, yaitu “Tiga Tamu Tak Diundang: Uban di Kepala, Sakit di Badan, dan Keranda di Depan Rumah”. Dalam pencerahannya, ia menjelaskan bahwa ketiga hal tersebut merupakan pengingat nyata dari Allah SWT agar manusia senantiasa bersiap menghadapi kematian dan mengumpulkan bekal amal saleh.

“Tiga hal ini adalah pengingat yang pasti datang kepada setiap manusia tanpa bisa kita tolak atau tawar. Uban memberi sinyal bahwa usia kita makin berkurang, rasa sakit mengingatkan akan kelemahan fisik kita sebagai hamba, dan keranda adalah puncaknya yang menandai akhir dari kesempatan beramal di dunia. Karena itu, marilah kita perbanyak bekal taqwa sebelum masa itu tiba,” ungkap Syaiful dalam petikan ceramahnya.

Kegiatan bimbingan spiritual ini mendapat apresiasi positif dari para jamaah. Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Metawana, Rismawati, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan ilmu yang dibagikan oleh penyuluh dari KUA Pagentan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak M. Syaiful Abidin dari KUA Pagentan yang telah memberikan pencerahan yang begitu menyentuh hati. Materi ini menjadi pemutus kelalaian dan penyemangat bagi kami para jamaah untuk senantiasa memperbaik kualitas ibadah serta mempererat tali silaturahmi dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Rismawati di akhir kegiatan.

Melalui bimbingan penyuluhan secara rutin ini, KUA Pagentan berharap syiar Islam dan pemahaman keagamaan masyarakat di wilayah pedesaan dapat terus meningkat serta membawa keberkahan bagi lingkungan sekitar. 

(msa/azd)