Banjarnegara – Sejumlah peserta didik MAN 2 Banjarneagara dari kelas XI Agama mengikuti kegiatan Pengajian Halal Bi Halal yang diadakan oleh PPU/PHBI Kabupaten Banjarnegara di Pendopo Adigraha, (16/5). Para peserta didik didampingi langsung oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Lili Maenani, Kepala Tata Usaha, Titik Endang Yusfiana dan juga Kepala Madrasah, Ridlo Pramono. Dalam acara tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in Ahmad hadir sebagai pembicara didampingi oleh Pj Bupati Banjarnegara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Forkompimda Kabupaten Banjarnegara, dan Pimpinan Ormas NU, Muhammadiyah dan SI.
Dihadapan kurang lebih 1200 peserta Halal Bi Halal yang hadir, Musta’in menyampaikan pidatonya tentang makna lebaran.
“Lebaran memiliki makna leburan yang artinya menghapus dosa, labur yaitu menutupi kekurangan, bersih, dan luber artinya dipenuhi dengan keberkahan. Lebaran kita maknai kembali ke fitrah, kembali menjadi hamba Allah yang lebih taat,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Musta’in juga mengajak kepada para ASN yang hadir untuk membayar zakat mal.
“Rumus kehidupan ini ya Bapak Ibu, pengin wuwuh kudu seneng weweh, sumur yang tidak pernah ditimba maka airnya akan busuk, maka sebaiknya jadilah sumur yang senantiasa ditimba airnya. Senantiasa mengeluarkan zakat mal dari apa yang kita miliki,” imbuhnya.
Ridlo Pramono, Kepala MAN 2 Banjarnegara menyampaikan rasa antusiasnya mengikuti kegiatan tersebut. “Alhamdulillah bisa ngaji bersama Pak Mustangin, ceramahnya beliau mantap. Kami para peserta benar-benar mengikuti ceramah beliau dengan antusias karena isinya daging semua, berisi dan padat. Kita dapat ilmu tentang memaknai lebaran,” jelas Ridlo.
Hal senada juga disampaikan oleh Iren Monika, salah satu peserta didik Mandabara yang mengikuti kegiatan tersebut. “Kami senang dan antusias ikut acara ini. Pembicaraannya menarik dan tidak membosankan karena menyampaikan ilmu baru untuk kami. Suasana acara yang di luar madrasah juga rasanya fresh, karena seringnya acara di madrasah,” tutupnya. (ta)
