Banjarnegara (Humas) – Pada pembelajaran Bahasa Indonesia dengan materi Peribahasa, kelas 2B MI Ma’arif Al-Falah Joyokusumo atau biasa disebut MIMAU membuat kreasi dengan membuat sebuah stick peribahasa sebagai media pembelajarannya. Stick peribahasa sendiri merupakan salah satu media pembelajaran yang menggunakan kertas sebagai bahannya. Pembelajaran menggunakan stick peribahasa ini dilakukan di ruang kelas 2B yang tentu diikuti oleh seluruh anak-anak kelas 2B.
Dalam pembelajaran menggunakan stick peribahasa ini dilakukan secara individu. Dimana anak-anak kelas 2B diberi kartu yang telah berisikan peribahasa yang sudah disediakan oleh wali kelas. Kemudian anak-anak kelas 2B akan mencari makna yang tepat dengan peribahasa yang telah diberikan oleh wali kelas dan kemudian ditempelkan ke stick yang sudah dibuat. Hal ini seperti yang disampaikan oleh wali kelas 2B, Rosi Lisdiana.
“Kalian akan diberi kartu yang isinya peribahasa yang telah saya tentukan. Selanjutnya, kalian mencari makna yang pas dengan peribahasa yang sudah ditentukan. Jika makna yang dicari sudah ketemu, nanti ditempelkan di stick yang sudah dibuat oleh anak-anak. Jelas ya!”, perintah Rosi.
Peribahasa yang digunakan dalam pembelajaran ini menggunakan peribahasa yang sudah sering didengar atau bisa disebut peribahasa yang populer dikalangan masyarakat. Peribahasa yang digunakan seperti “Besar pasak dari pada tiang”, yang artinya lebih besar pengeluaran dari pada pendapatan. Meskipun menggunakan peribahasa yang sudah populer dikalangan masyarakat, ada beberapa anak yang masih mengalami kesulitan dalam mencari maknanya. Namun, hal ini tidak menjadi masalah yang besar bagi anak-anak kelas 2B, sebab dengan semangat yang luar biasa dan bantuan dari teman dan guru, mereka mampu menemukan makna dari setiap peribahasa yang mereka cari.
Penggunaan stick peribahasa, selain dapat menambah semangat belajar anak. Pembelajaran menggunakan stick peribahasa juga dapat meningkatkan pengetahuan anak mengenai peribahasa dan maknanya. Hal ini karena dalam pembelajaran menggunakan stick peribahasa, anak akan diajak untuk berpikir kritis dan berkonsentrasi dalam memahami peribahasa. Dengan menggunakan stick peribahasa ini pun juga dapat memudahkan anak dalam mengetahui dan memahami tentang peribahasa.
“Ya, penggunaan stick peribahasa ini bisa meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak. Karena anak akan diajak untuk bernalar kristis, lebih konsentrasi dalam memahami peribahasa beserta artinya. Juga bisa lebih memudahkan anak memahami peribahasa yang sudah diberikan”, ujar Rosi.
Pembuatan stick peribahasa ini pun sangat mudah, yaitu dengan menggunakan kertas origami dan kertas HVS. Untuk membuat kartu yang bertuliskan peribahasa anak-anak 2B menggunting kertas menjadi bentuk yang menarik, seperti bentuk awan. Selanjutnya, untuk pembuatan stiknya, anak-anak 2B menggulung kertas dengan gulungan yang kecil sampai membentuk stick. (RN)







