Banjarnegara (Humas) – Bertepatan dengan Hari Anak Nasional, Aula Balai Desa Karanggondang menjadi saksi hangatnya kebersamaan dalam kegiatan Kelas Ibu Balita yang dihadiri oleh para ibu dengan anak usia di bawah 2 tahun serta kader PKK. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk sinergi antara Puskesmas, KUA Kecamatan Karangkobar, dan pemerintah desa dalam mencetak generasi unggul sehat jasmani dan rohani, pada hari Rabu (23/7)
Pada sesi pertama diisi oleh Hj. Intan Khusna dari Puskesmas Karangkobar yang menyampaikan pentingnya gizi seimbang dan pemberian MP-ASI sesuai tahapan usia. Ia menekankan bahwa makanan bukan hanya soal kenyang, tapi juga penentu tumbuh kembang anak secara optimal. “Pastikan MP-ASI mengandung karbohidrat, protein hewani, lemak baik, dan serat. Dan jangan lupa, lanjutkan pemberian ASI hingga usia dua tahun,” jelasnya.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kebersihan, ketelatenan, dan pola pemberian MP-ASI yang sesuai tekstur serta jadwal usia.

Sesi selanjutnya disampaikan oleh Duwi Rohmah, Penyuluh Agama Islam Fungsional dari KUA Kecamatan Karangkobar, yang membawakan materi bertema: “ MengASIhi (Memberikan ASI / Menyusui) dengan Cinta, Mendidik dengan Hati: Menyiapkan Generasi Shalih Sejak Dini.”
Dalam paparannya, beliau mengajak para ibu untuk menyadari bahwa peran mereka bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi pendidik utama dan pertama bagi anak-anak. Setiap pelukan, suapan, dan peluh yang dijalani dengan cinta dan niat karena Allah adalah ibadah dan ladang pahala.
“Mengasuh bukan sekadar rutinitas, tapi jihad seorang ibu. Niatkan setiap langkah sebagai ibadah,” ungkapnya menyentuh.
Duwi juga mengajak ibu-ibu menjadikan MP-ASI sebagai sarana menanamkan nilai Islami sejak dini, dengan cara, menggunakan bahan makanan yang halal dan thayyib, menyuapi anak sambil berdoa, berdzikir, dan menanamkan adab.
Di sela materi, suasana semakin hangat dan akrab dengan sesi ice breaking berupa gerakan ringan bertema islami yang dipandu langsung oleh Penyuluh Agama. Peserta tampak antusias mengikuti gerakan dan tertawa bersama, menambah semangat dalam belajar dan berbagi peran sebagai ibu. “Menjadi ibu memang amanah yang berat, tapi juga jalan mulia. Tetaplah sabar, ikhlas, dan terus belajar, karena ibu adalah madrasah pertama anak,” pesannya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan saling berbagi pengalaman, serta harapan agar para ibu tetap semangat mendampingi anak-anak mereka dengan kasih sayang dan pendidikan hati. (dr/azd)
