Lengkapi Data, Tim Riset Madtsansa Kunjungi BAZNAS

Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka melengkapi data penelitian terkait efektivitas penyaluran zakat maal di Kabupaten Banjarnegara, Tim Riset Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Banjarnegara (Madtsansa) melakukan kunjungan ke kantor Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Banjarnegara pada Rabu (30/7). Tim yang terdiri dari dua siswa, Dhiyaufa dan Dhiyaa Maretta, didampingi pembimbing Musfiatul Muniroh, disambut hangat oleh jajaran pengurus BAZNAS, termasuk Hj. Sumarna, selaku salah satu anggota dewan pelaksana.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program riset unggulan yang tengah dikembangkan Madtsansa untuk meningkatkan kemampuan literasi data dan pemahaman sosial keagamaan para siswanya. Dengan topik efektivitas penyaluran zakat maal, Dhiyaufa dan Dhiyaa Maretta menggali informasi mendalam dari narasumber utama di BAZNAS.

“Zakat maal adalah salah satu instrumen keuangan Islam yang sangat potensial untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penyalurannya tidak sekadar berbentuk bantuan langsung, tapi juga pemberdayaan ekonomi seperti modal usaha bagi mustahik,” ungkap Hj. Sumarna saat memaparkan data dan program yang telah dijalankan oleh BAZNAS Banjarnegara.

Sumarna juga menyampaikan bahwa BAZNAS telah menyalurkan dana zakat maal ke berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan. Menurutnya, efektivitas zakat dapat dilihat dari meningkatnya kemandirian para penerima manfaat.

“Kami terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap para penerima. Alhamdulillah, banyak dari mereka yang kini sudah tidak lagi tergolong mustahik karena telah mampu mandiri secara ekonomi,” imbuhnya.

Dalam sesi wawancara, tim riset dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan kritis terkait transparansi, sistem distribusi, hingga kendala yang dihadapi dalam penyaluran zakat maal. Hal ini menunjukkan keseriusan mereka dalam menggali data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara akademis.

“Kami memilih topik ini karena zakat maal masih sering dipahami secara sempit oleh sebagian masyarakat. Padahal, potensi zakat sangat besar dalam mengurangi kesenjangan sosial. Kami ingin melihat sejauh mana BAZNAS sebagai lembaga resmi mampu mewujudkan hal itu,” tutur Dhiyaufa.

Senada dengan rekannya, Dhiyaa Maretta menambahkan bahwa riset ini juga merupakan bentuk kontribusi pelajar terhadap pembangunan sosial.

“Sebagai pelajar, kami ingin memahami lebih dalam bagaimana agama kita mengajarkan tentang keadilan sosial, dan zakat adalah salah satu bentuk aplikasinya. Dengan turun langsung ke lapangan, kami belajar tidak hanya teori, tapi juga implementasi nyata,” ujarnya.

Musfiatul Muniroh, selaku guru pembimbing riset, menyampaikan apresiasi atas keterbukaan BAZNAS dalam menerima kunjungan dan berbagi informasi. Ia berharap kunjungan ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi anak didiknya.

“Kunjungan ini adalah bagian dari pembelajaran berbasis riset yang kami galakkan di Madtsansa. Kami ingin siswa tidak hanya pandai di atas kertas, tapi juga mampu berinteraksi dengan dunia nyata, belajar dari para praktisi langsung. Terima kasih kepada BAZNAS yang sudah sangat kooperatif,” kata Musfiatul Muniroh.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini juga membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya, serta memahami pentingnya peran lembaga zakat dalam pembangunan nasional.

Kunjungan ditutup dengan penyerahan lembar observasi dan dokumentasi kegiatan. Tim riset berencana akan melanjutkan proses analisis data dan menyusun laporan akhir yang nantinya akan diikutsertakan dalam ajang lomba riset tingkat nasional.

Dengan semangat belajar yang tinggi dan dukungan dari pihak sekolah serta mitra seperti BAZNAS, diharapkan generasi muda seperti Dhiyaufa dan Dhiyaa Maretta dapat menjadi pionir dalam membangun kesadaran sosial dan keagamaan sejak dini. (Lin/La)

Skip to content