Banjarnegara (Humas) – Rabu (30/7) tiga tim riset unggulan dari MTs Negeri 1 Banjarnegara melakukan kunjungan ilmiah ke Politeknik Banjarnegara. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali pengetahuan mendalam sekaligus melakukan diskusi serta konsultasi terkait riset pembuatan absorban guna mengatasi pencemaran di Sungai Sapi. Tim yang mengikuti kunjungan adalah Tim Abyan-Abiyyu, Tim Yumna-Callista, dan Tim Azka-Keanu.
Kunjungan yang berlangsung di ruang pertemuan Politeknik Banjarnegara ini diwarnai diskusi interaktif antara para siswa, guru pembimbing, dan dosen kesehatan lingkungan Politeknik Banjarnegara. Anak-anak riset tampak antusias menyampaikan progres penelitian mereka yang berfokus pada pengembangan bahan absorban ramah lingkungan untuk menyerap limbah di perairan Sungai Sapi.
“Penelitian tentang absorban sangat relevan dengan upaya pelestarian lingkungan, terutama jika diarahkan untuk penanggulangan pencemaran air sungai. Di Politeknik, kami mendukung penuh inovasi seperti ini dan siap membimbing teknis maupun prinsip dasar kerja absorban,” ungkap Joko, salah satu dosen kesehatan lingkungan Politeknik Banjarnegara.
Dalam sesi konsultasi, para tim riset berkonsultasi mengenai bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai absorban dan proses uji efektivitasnya. Beberapa masukan dari para dosen Politeknik mencakup metode pengujian daya serap, pemilihan material lokal, hingga teknik analisis hasil laboratorium.
“Absorban ideal hendaknya mudah diperoleh, murah, ramah lingkungan, serta efektif menyerap limbah organik maupun anorganik. Kami menyarankan adik-adik mencoba kombinasi bahan alami seperti serbuk gergaji, arang aktif, atau sekam padi dipadukan dengan polimer yang telah terbukti efisien seperti sodium polyacrylate,” detail Eko Aprilianto.
Kasum, salah satu guru pembimbing riset MTs Negeri 1 Banjarnegara, mengungkapkan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan Politeknik.
“Kegiatan hari ini merupakan pengalaman sangat berharga. Anak-anak dapat berdiskusi langsung dengan akademisi dan praktisi, memperkaya wawasan, serta meningkatkan motivasi riset mereka. Semoga kolaborasi ini menjadi pintu lahirnya solusi konkret melalui inovasi sains untuk lingkungan,” tuturnya dengan semangat.
Para siswa peserta kunjungan mengaku sangat terinspirasi. Salah satu anggota Tim Abyan-Abiyyu menyatakan,
“Dari kegiatan ini, kami jadi paham proses pembuatan absorban yang efektif dan langkah-langkah riset laboratorium. Tak sabar untuk mengujicoba hasil rancangan kami di Sungai Sapi.”
Sementara perwakilan Tim Yumna-Callista mengutarakan,
“Diskusi tadi membuat kami lebih yakin dalam memilih bahan serta teknik uji laboratorium yang benar. Dukungan dari Politeknik sangat berarti bagi riset kami.”
Sedangkan Tim Azka-Keanu berharap ilmu dan masukan dari laboran bisa mereka aplikasikan untuk menghasilkan absorban yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat sekitar Sungai Sapi.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara institusi pendidikan menengah dengan perguruan tinggi vokasi. Kolaborasi tidak hanya memperkuat fondasi keilmuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai inovasi, kepedulian lingkungan, dan semangat berbagi ilmu.
Melalui kegiatan ini, baik siswa, guru, maupun laboran sama-sama diingatkan pentingnya kerja sama lintas generasi dan institusi dalam mengatasi permasalahan lingkungan dengan pendekatan ilmiah yang kreatif dan aplikatif. (Lin/La)







