Banjarnegara (Humas) – Sebagai bentuk ikhtiar menjaga fitrah manusia dan membentengi generasi dari keburukan zaman, Puskesmas 1 Mandiraja bersinergi dengan KUA Mandiraja menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk “Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak” di Balai Desa Kaliwungu. (31/7)
Kegiatan ini dihadiri oleh para kader PKK, kader Posyandu, perangkat desa, penyuluh agama Islam, serta tenaga kesehatan dari Puskesmas. Sebagai bentuk pendekatan ukhuwah dan dakwah bil hikmah, kegiatan ini dikemas dengan pendekatan spiritual dan edukatif yang menyentuh.
Makna Kespro dalam Pandangan Islam, Penyuluh Agama Islam dari KUA Mandiraja, Hendriyanto, menyampaikan bahwa menjaga kesehatan reproduksi adalah bagian dari amanah Allah. Tubuh adalah titipan, dan setiap titipan kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan…” (QS. Al-Baqarah: 195)
Oleh karena itu, mengenali kesehatan alat reproduksi, menjaga kebersihan, serta menjauhi hal-hal yang membahayakan diri seperti pergaulan bebas, narkoba, dan kekerasan, adalah bagian dari ibadah.
Pencegahan Kekerasan: Melindungi yang Lemah adalah Tugas Mulia
Kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik fisik, psikis, ekonomi, maupun seksual, adalah perbuatan zhalim yang bertentangan dengan ajaran Islam. Rasulullah ﷺ bersabda
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. Tirmidzi)
Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk lebih peka terhadap bentuk-bentuk kekerasan dan berani melapor bila terjadi pelanggaran, dengan tetap mengedepankan pendekatan persuasif dan penyelesaian berbasis nilai-nilai keluarga Islami. Testimoni dan Komentar Narasumber, Kepala Puskesmas 1 Mandiraja, Ibu Dwi lestariatun menyampaikan, “kegiatan ini sangat penting sebagai langkah promotif dan preventif. Kami berharap masyarakat lebih terbuka dan sadar bahwa kesehatan reproduksi bukan hal tabu, tapi bagian dari kesehatan keluarga dan masyarakat”, ungkapnya.
Kepala KUA Mandiraja, Bapak H. Irfan Sulastono, menambahkan “menjaga diri dan keluarga dari perbuatan keji adalah bagian dari perintah agama. KUA siap mendampingi dan bersinergi dalam edukasi keluarga sakinah dan bebas kekerasan”, imbuhnya.
Bidan Yuli, tenaga kesehatan dari Puskesmas, menjelaskan “kami menjelaskan secara langsung bagaimana merawat organ reproduksi, pentingnya sanitasi, serta bagaimana mengenali tanda kekerasan. Edukasi ini menyentuh semua usia,” pungkasnya.
Ibu isna bidan puskesmas 1 mandiraja turut memberi wawasan “kami mengedukasi soal perencanaan keluarga, hak-hak kesehatan perempuan, dan pentingnya komunikasi sehat dalam rumah tangga,” jelasnya.
Ibu Sulastri, kader Posyandu dari RW 02, memberikan kesannya “baru kali ini kegiatan kesehatan dikemas dengan nuansa agama yang menyejukkan. Semoga ini jadi awal yang baik untuk perubahan di desa kami,” ucapnya.
Semoga kegiatan ini menjadi wasilah bagi meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga diri, keluarga, dan lingkungan dari penyakit serta kekerasan. Islam bukan hanya mengajarkan ibadah mahdhah, tetapi juga menekankan pentingnya menjaga hifzh an-nafs (menjaga jiwa) dan hifzh al-nasl (menjaga keturunan).
“Barangsiapa memelihara satu jiwa, seolah-olah ia telah memelihara seluruh manusia.” (QS. Al-Maidah: 32)
Mari bersatu menjaga kesucian, kesehatan, dan keselamatan perempuan serta anak-anak, demi mewujudkan masyarakat desa Kaliwungu yang sehat, kuat, dan berakhlakul karimah. (H/M,azd)







