“Rohani Healing” di Puskesmas! KUA Rakit Beri Booster Iman Untuk Pasien dan Pendampingnya

Banjarnegara (Humas) – Kesehatan tidak hanya sebatas fisik, tetapi juga spiritual. Kesadaran akan pentingnya keseimbangan ini mendorong Puskesmas 1 Rakit dan Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rakit untuk menjalin kolaborasi dalam mengadakan kegiatan pembinaan rohani Islam. Acara yang berlangsung secara rutin ini bertujuan untuk memberikan dukungan spiritual kepada para pasien, dan keluarga yang mendampinginya. Total pasien yang mendapatkan bimbingan rohani ada 10 orang.  (1/8)

Dua penyuluh agama Islam dari KUA Rakit, Fatma Kurniawati dan Sodirin, bertindak sebagai pembimbing rohani. Mereka membawakan materi yang relevan dengan kondisi di puskesmas, seperti pentingnya bersabar, ikhlas, dan tawakal dalam menghadapi cobaan sakit, serta bagaimana menjaga kebersihan hati dan pikiran agar proses penyembuhan berjalan optimal.

Dalam sesi pembinaan, Fatma Kurnianingsih menekankan bahwa sakit adalah cara Allah SWT untuk menggugurkan dosa dan menaikkan derajat seorang hamba. “Jangan pernah berputus asa. Setiap sakit yang kita rasakan adalah ujian yang datang bersamaan dengan pahala yang besar. Fokuslah pada ikhtiar pengobatan dan biarkan Allah SWT yang menentukan hasilnya,” ujarnya dengan nada menenangkan.

Sementara itu, Sodirin menyampaikan materi tentang pentingnya menjaga sholat dalam kondisi apa pun, termasuk saat sakit. Ia menjelaskan tata cara sholat bagi orang yang sakit, baik dalam posisi duduk, berbaring, maupun isyarat. “Sholat adalah tiang agama. Selama berakal sehat, kewajiban sholat tidak gugur. Ada banyak kemudahan yang Allah berikan agar kita tetap bisa melaksanakannya,” jelas Sodirin, memberikan panduan praktis bagi para audiens.

Kepala Puskesmas 1 Rakit, yang tidak disebutkan namanya, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada KUA Rakit yang telah bersedia menjadi mitra kami. Pembinaan rohani ini sangat membantu meningkatkan motivasi dan semangat para pasien untuk sembuh, sekaligus memperkuat mental dan spiritual para staf dalam melayani,” tuturnya.

Kegiatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara lembaga kesehatan dan keagamaan bisa menciptakan lingkungan yang tidak hanya menyembuhkan raga, tetapi juga menyejukkan jiwa. Dengan adanya bimbingan rutin ini, diharapkan pasien dan keluarga yang mendampinginya di  Puskesmas 1 Rakit dapat menghadapi setiap cobaan dengan hati yang lebih tenang dan iman yang lebih kuat. (ars/azd)