Banjarnegara – Seluruh siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarnegara mengikuti kegiatan tes diagnostik yang diselenggarakan secara serentak di kelas masing-masing pada Jum’at (1/8). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif sekaligus untuk memetakan potensi akademik siswa.
Tes diagnostik ini terbagi menjadi dua sesi selama 45 menit. Soal yang diberikan berjumlah 20 item, yang memuat materi penalaran, literasi, dan kuantitatif (matematika), dengan 50% di antaranya disajikan dalam Bahasa Inggris. Keberadaan soal berbahasa Inggris ini juga berfungsi sebagai tes awal untuk mengukur kemampuan berbahasa siswa.
Kepala MAN 2 Banjarnegara, Prihantoro Achmad, mengungkapkan bahwa tes diagnostik ini bukan sekadar ujian, melainkan alat untuk memetakan kekuatan dan kelemahan siswa. “Kami meyakini bahwa setiap siswa itu unik. Melalui tes ini, kami ingin mengenal lebih dalam potensi akademis mereka, dari keunggulan hingga area yang perlu diperkuat. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memberikan pendidikan yang holistik dan berorientasi pada kebutuhan individu,” imbuh beliau.
Sejumlah siswa mengaku cukup tertantang dengan materi tes ini. “Soalnya lumayan susah karena harus mikir matematika, tapi dalam Bahasa Inggris. Jadi harus paham soalnya dulu, baru bisa jawab,” ungkap Isna Mufidatul, salah satu siswa kelas X6 yang mengikuti tes. Ia berharap dapat lebih terbiasa dengan soal-soal seperti ini ke depannya.
Hasil dari tes diagnostik ini akan digunakan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan setiap siswa. Dengan data yang akurat, diharapkan guru dapat memberikan bimbingan yang lebih personal dan tepat sasaran, sehingga potensi setiap siswa dapat berkembang secara optimal. Program ini menunjukkan komitmen madrasah dalam memberikan pendidikan yang berfokus pada kebutuhan individual siswa. (af)







