Banjaenegara (Humas) – Penyuluh Islam Agama Islam KUA Sigaluh Khalimatus Syadiyah Pada pertemuan Rutin Wali Santri Madin Rahmatullah menyampaikan materi Penyuluhan dengan Metode Diskusi. Pengambilan metode ini dimaksudkan agar pesan tersampaikan tanpa audiens merasa digurui. (29/7)
Tema pokok yang diambil adalah birul walidain. dengan disesuaikan dengan fenomena yang sedang viral dimedia Sosial. sebagai Studi Kasus Bahasan. Kasus yang disoroti adalah viralnya 2 anak kandung memasukan orang tuanya ke Panti Jompo.
Alasan mengambil fenomena tersebut adalah dengan membahas masalah tersebut audiens mengetahui khal ikhwal tentang sebab musabab masalah tersebut bisa terjadi untuk kemudian diambil nilai positif dan negatif. untuk kemudian bisa dijadikan sebagai oembelajaran dan antisipasi peristiwa tersebut tidak terjadi pada keluarga.
Diakusi diikuti oleh Wali Santri Pengasuh, Dewan Asatidz dan Mahasiswa KKN UIN Saifuddin Zuhri Purwokerto. Diawali dengan pemaparan pentingnya pendidikan dalam keluarga dengan memaksimalkan peran Ibu sebagai madrasah pertama. kemudian diketengahkan bahasan ” Faktor Apa saja yang mempengaruhi Anak Menitipkan Orang Tuanya ke Panti Jompo “
Setelah diberi waktu untuk menyampaikan pendapatnya banyak peserta diskusi yang menanggapi dengan tanggapan hangat dan antusias. Setiap pendapat yang diutarakan dibahas dan direspon oleh peserta lain. Hal ini memperhangat suasana diskusi. Hingga akhir diskusi yang bertugas sebagai notulen adalah Wikanti yang merupakan salah satu dewan asatdz. Ia membacakan hasil diskusi , Adapun Kesimpulan dari hasil diskusi adalah bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi atau menyebabkan anak menitipkan orang tua ke Panti Jompo menurut peserta diskusi adalah sebagai berikut.
Pertama: Faktor Salah Dalam Mendidikan, pendapat ini disampaikan oleh Setiyono salah satu Wali Santi, menurutnya bahwa Ketika orang tua salah dalam mendidik anak, maka anak akan salah Langkah dan tidak mempunyai simpati dan empati kepada orang tuanya
Kedua, Faktor Salah Asuh. Kata Toriq salah satu perwakilan Mahasiswa KKN Saifudin Zuhri Purwokerto, Menurutnya Ketika orang tua salah dalam mengasuj anak anaknya akan mengakibatkan anak tidak tahu mana kewajiban dan tanggung jawabnya, salah satu salah pola asuh menurut Toriq adalah memanjakan anak secara berlebihan, tegasnya.
Paendapat ketiga disampaikan oleh Darmini Perwakilan wali santri, Darmini berpendapat bahwa faktor yang menjadi sebab anak menitipkan orang tua ke Panti Jompo adalah karena Faktor Ekonomi. Anak dalam keadaan tidak mampu secara finansial, sehingga anak merasa terbebani, “Naudzubillahi Mindzalik, hal ini sebenarnya jangan sampai terjadi, karena rizki Allah yang akan memberikannya”, tutur Darmini mengahiri pendapatnya.
Poin selamjutnya adalah Faktor Sikap Pilih Kasih orang tua, pendapat ini dituturkan oleh Aprilia salah satu wali Santri , orang tua yang pilih kasih terhapa anak satu dengan lainnya menimbulkan rasa dendam yang berkepanjangan, sehingga Ketika orang tua sudah udzur anak enggan merawatnya, tutur Aprilia.
Pendapat terakhir adalah Pendidikam Agama tidak menjadi prioritas kata Yuli salah satu Mahasiswa putri, “orang tua hanya sibuk dengan mencari nafkah untuk membiayai anak agar menjadi orang besar tetapi lalai dengan agamanya, sehingga anak dan orang tua sama sama gersang, menimbulkan sikap yang masa bodoh, sehingga anakpun akan sama sibuk mengejar dunianya,” tutur Yulia.
Alhamdulillah diskusi berjalan dengan hangat sehingga waktu berlangsung dengan cepatnya, Harapan dari kegiatan ini adalah nilai nilai kebaikan tersampaikan tanpa ada kesan menggurui, Sebagia Penutup Khalimatus menyampaikan pesan semoga apa yang sudah disimpulkan dapat mengantisipasi hal hal tersebut agar tidak terjadi pada kita, keluarga serta anak turun kita. (ks/azd)







