Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti salah satu ruang kelas di Kelompok Bermain (KB) Harapan Bunda, Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, pada Rabu (13/5/2026). Puluhan wali murid tampak antusias mengikuti kegiatan bimbingan penyuluhan perdana yang diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan.
Kegiatan yang menghadirkan M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, ini mengangkat tema sentral yang menyentuh hati para orang tua: “Anak adalah Amanah: Menyemai Kasih Menuai Masa Depan”. Tercatat sebanyak 50 orang wali siswa hadir memadati ruangan untuk menyerap ilmu terkait pola asuh anak dalam perspektif Islam.
Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa anak bukan sekadar penerus keturunan, melainkan titipan Tuhan yang kelak akan dimintai pertanggungjawabannya. Ia mengajak para orang tua untuk lebih sadar akan pentingnya memberikan kasih sayang yang tulus sebagai fondasi pembentukan karakter anak di masa depan.
“Anak adalah kertas putih yang Tuhan titipkan kepada kita. Apa yang kita tuliskan di sana hari ini dengan kasih sayang, itulah yang akan kita tuai di masa depan. Menghadapi tantangan zaman sekarang, membekali anak dengan nilai agama dan kehangatan keluarga adalah perisai terbaik mereka,” ujar Syaiful di hadapan para peserta.
Syaiful juga menambahkan bahwa penyuluhan ini bertujuan untuk mempererat sinergi antara lingkungan sekolah dan pola didik di rumah, sehingga tercipta kesinambungan dalam perkembangan mental dan spiritual anak.
Kepala KB Harapan Bunda Kalitlaga, Warniati, menyambut baik inisiatif dari KUA Pagentan ini. Menurutnya, bimbingan seperti ini sangat dibutuhkan oleh wali murid, terutama dalam menyatukan visi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik anak usia dini.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Syaiful dari KUA Pagentan. Kehadiran beliau memberikan pencerahan baru bagi para wali murid kami. Tema yang dibahas sangat relevan, karena seringkali orang tua lupa bahwa cara kita mencintai anak hari ini adalah investasi untuk masa depan mereka,” ungkap Warniati.
Meski dilaksanakan secara sederhana di ruang kelas, interaksi antara narasumber dan peserta berlangsung dinamis. Banyak wali murid yang berkonsultasi mengenai tantangan mendidik anak di era digital. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian program penyuluhan rutin yang akan dilaksanakan oleh KUA Pagentan di wilayah Desa Kalitlaga guna meningkatkan kualitas keluarga sakinah di tingkat akar rumput.
Acara ditutup dengan doa bersama dan komitmen dari para orang tua untuk lebih proaktif dalam mendampingi tumbuh kembang buah hati mereka dengan penuh cinta dan kesabaran.
(msa/azd)







