Banjarnegara (Humas) – Dalam rangka menyambut datangnya Hari Raya Iduladha 1447 H, Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Pagentan terus menggiatkan bimbingan rohani kepada masyarakat. Kali ini, kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Majelis Taklim (MT) Thalibatun Nabilah Kasmaran yang bertempat di salah satu ruang kelas TK Pertiwi Siswarini Kasmaran pada Rabu (13/5/2026).
Hadir sebagai narasumber, Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, memberikan materi bertajuk “Satu Kurban, Berjuta Keberkahan”. Kegiatan ini diikuti oleh 27 jamaah yang seluruhnya merupakan wali murid dari TK Pertiwi Siswarini Kasmaran. Suasana hangat dan khidmat menyelimuti ruang kelas saat Syaiful memaparkan esensi ibadah kurban yang bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan simbol ketaatan dan kepedulian sosial.
Dalam tausiyahnya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa satu hewan kurban yang diniatkan dengan ikhlas dapat membawa keberkahan yang luar biasa, baik bagi orang yang berkurban (mudhahhi) maupun bagi penerimanya. Ia mengajak para wali murid untuk mulai menanamkan semangat berbagi kepada anak-anak sejak dini.
“Kurban adalah momentum untuk menyembelih sifat-sifat egois dalam diri. Dengan berkurban, kita belajar bahwa ada hak orang lain dalam harta yang kita miliki. Keberkahan itu akan mengalir dan meluas, menciptakan harmoni di tengah masyarakat,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.
Kegiatan ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak sekolah dan pengurus majelis taklim. Dwi Astuti Setianingsih, selaku Ketua MT Thalibatun Nabilah yang juga menjabat sebagai Kepala TK Pertiwi Siswarini Kasmaran, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Menurutnya, pemahaman mengenai manajemen kurban dan nilai spiritualnya sangat dibutuhkan oleh para ibu dalam mendidik karakter anak di rumah.
Dalam sambutannya, Dwi Astuti Setianingsih memberikan kutipan motivasi bagi para jamaah:
“Ibadah kurban adalah wujud nyata dari rasa syukur kita atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Melalui tema ‘Satu Kurban, Berjuta Keberkahan’ ini, kami berharap para wali murid dapat semakin termotivasi untuk meningkatkan kedermawanan, sehingga semangat Iduladha tidak hanya dirasakan sebagai perayaan, tetapi sebagai jembatan untuk membantu sesama dan membersihkan hati.”
Acara yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut ditutup dengan sesi dialog interaktif. Para jamaah tampak antusias bertanya mengenai tata cara kurban yang sesuai syariat hingga tips mengelola tabungan kurban keluarga. Diharapkan melalui bimbingan ini, kesadaran masyarakat di Desa Kasmaran dalam melaksanakan ibadah kurban semakin meningkat demi kemaslahatan umat.
(msa/azd)
