Banjarnegara (Humas) – Semangat menyambut Hari Raya Iduladha mulai menggeliat di tengah masyarakat Desa Pagentan. Guna memberikan pemahaman mendalam mengenai ibadah kurban, Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, M. Syaiful Abidin, menggelar kegiatan bimbingan penyuluhan kepada kelompok Majelis Taklim (MT) Nasyiatul Aisyiyah (NA) Ranting Bulu.
Kegiatan yang berlangsung khidmat pada Rabu (13/5/2025) ini bertempat di kediaman Ibu Asih, salah satu pengurus NA Ranting Bulu. Sebanyak 24 anggota Nasyiatul Aisyiyah hadir dengan antusias untuk menyimak materi bertajuk “Ancaman bagi Orang yang Mampu Namun Tak Mau Berkurban”.
Dalam paparannya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa kurban bukan sekadar ritual menyembelih hewan, melainkan manifestasi ketakwaan dan kepedulian sosial. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang memberikan peringatan keras bagi mereka yang memiliki kelapangan rezeki namun enggan berkurban.
“Ibadah kurban adalah bentuk syukur atas limpahan rezeki dari Allah SWT. Rasulullah SAW dengan tegas mengingatkan bahwa mereka yang memiliki kemampuan namun tidak mau berkurban, maka janganlah mendekati tempat salat kami. Ini adalah teguran keras bahwa kikir dalam beribadah kurban dapat menjauhkan kita dari keberkahan dan syafaat,” ujar Syaiful di hadapan para peserta.
Beliau juga menambahkan bahwa harta yang digunakan untuk berkurban tidak akan berkurang, melainkan akan menjadi saksi di akhirat kelak serta membantu mempererat tali persaudaraan antar sesama warga melalui pembagian daging kurban.
Ketua MT Nasyiatul Aisyiyah Ranting Bulu Desa Pagentan, Khusnul Khotimah, menyambut baik inisiatif bimbingan ini. Menurutnya, pemahaman mengenai aspek hukum dan ancaman bagi yang meninggalkan kurban sangat penting untuk memotivasi para kader agar lebih gemar bersedekah.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Syaiful dari KUA Pagentan. Penjelasan beliau membuka mata kami bahwa kurban bukan soal punya uang banyak atau tidak, tapi soal kemauan dan prioritas. Harapannya, setelah pertemuan ini, anggota NA Ranting Bulu yang sudah masuk kategori mampu bisa segera memantapkan niat untuk berkurban tahun ini,” tutur Khusnul Khotimah.
Acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai kriteria hewan kurban yang sah dan tata cara pengelolaan daging kurban yang sesuai syariat Islam. Melalui penyuluhan ini, KUA Pagentan berharap angka partisipasi kurban di wilayah Desa Pagentan dapat meningkat signifikan tahun ini.
(msa/azd)







