Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali meneguhkan komitmennya sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) melalui peresmian BAHTERA Madtsansa Pojok Kependudukan, yang dilaksanakan pada Senin, (17/11) sesaat setelah kegiatan Launching dan Deklarasi SSK selesai digelar. Peresmian ini merupakan rangkaian penting dalam pemenuhan komponen SSK yang menekankan literasi kependudukan, perencanaan kehidupan, serta penguatan karakter remaja berwawasan kependudukan di lingkungan madrasah.
Kegiatan yang berlangsung di area Pojok Kependudukan Madtsansa itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Kepala Bidang Pengendalian Penduduk Dispermades Banjarnegara, Sumartoyo, yang sekaligus membuka secara resmi pemanfaatan fasilitas tersebut bagi seluruh peserta didik. Usai prosesi peresmian, seluruh stakeholder yang hadir turut melakukan peninjauan untuk melihat kelengkapan fasilitas edukatif yang telah disiapkan oleh tim SSK Madtsansa.
Hadir dalam kesempatan tersebut plt. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, perwakilan Dispermades yang diwakili Kabid Pengendalian Penduduk Sumartoyo, Camat Banjarnegara Sahbudin, Pengawas MTs MA, jajaran Forkompinca Banjarnegara, Kepala Puskesmas, Penyuluh KUA Banjarnegara, Lurah Semampir, serta Duta SSK Madtsansa Tahun 2025.
BAHTERA Madtsansa merupakan akronim dari Bina Arah Hidup Terencana dan Edukasi Remaja, sebuah nama yang dipilih untuk menggambarkan harapan madrasah agar seluruh peserta didik memiliki kemampuan merencanakan masa depan secara matang, bertanggung jawab, dan berlandaskan pemahaman kependudukan. Pojok kependudukan ini juga mengusung slogan “Mewujudkan Remaja Genre: Berwawasan, Berencana, dan Berdaya.”
Kepala Bidang PP Dispermades, Sumartoyo, dalam sambutannya menegaskan bahwa keberadaan BAHTERA Madtsansa bukan sekadar pelengkap program melainkan sarana strategis dalam pendidikan kependudukan berbasis sekolah.
“Melalui BAHTERA Madtsansa, kami berharap para siswa tidak hanya memahami isu-isu kependudukan secara teoritis, tetapi mampu mempraktikkan perilaku berencana dalam kehidupan sehari-hari. Madrasah ini telah menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mengintegrasikan pendidikan kependudukan ke dalam budaya sekolah,” ujar Sumartoyo.
Ia juga mengapresiasi fasilitas yang tersedia dan menilai Madtsansa sebagai salah satu madrasah yang paling siap dalam pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan tingkat Kabupaten Banjarnegara.
Koordinator Pokja Pojok Kependudukan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Widi Widayati, menjelaskan bahwa proses persiapan BAHTERA Madtsansa telah berlangsung sejak beberapa bulan sebelumnya. Tim bekerja menata ruang, menyiapkan media infografis, literatur, serta perangkat pendukung yang akan digunakan guru dan siswa dalam berbagai kegiatan edukasi.
“BAHTERA bukan hanya ruang baca, tetapi pusat pembelajaran kependudukan. Di sini siswa bisa berdiskusi, mencari referensi, bahkan menghasilkan karya kreatif terkait isu-isu kependudukan. Kami ingin siswa merasa nyaman sekaligus tergerak untuk belajar,” ungkap Widi.
Ketua Tim SSK Madtsansa, Hj. Asih Wijayanti, juga menyampaikan bahwa peresmian ini merupakan langkah besar dalam memperkuat implementasi SSK di Madtsansa.
“Dengan adanya BAHTERA Madtsansa, kami semakin mantap menjalankan komitmen sebagai Sekolah Siaga Kependudukan. Semua komponen kurikulum, budaya sekolah, dan kegiatan ekstrakurikuler akan bermuara pada edukasi remaja agar lebih siap menghadapi tantangan zaman, termasuk bonus demografi,” jelasnya.
Salah satu duta SSK Madtsansa Tahun 2025, Denessia Alya Khoirunisa, mengungkapkan rasa bangganya karena dapat turut berkontribusi dalam program ini.
“Sebagai duta SSK, kami siap menjadi role model bagi teman-teman untuk hidup terencana dan berperilaku sehat. Kehadiran BAHTERA Madtsansa membuat kami punya ruang khusus untuk berdiskusi dan mengembangkan kegiatan Genre di madrasah,” ujar Denessia.
Dengan diresmikannya BAHTERA Madtsansa, MTs Negeri 1 Banjarnegara menegaskan kesiapan menjadi madrasah yang aktif mengarusutamakan isu kependudukan. Fasilitas ini diharapkan menjadi wahana penguatan literasi dan karakter remaja sehingga mampu mewujudkan generasi yang berwawasan luas, berencana dalam mengambil keputusan, dan berdaya menghadapi masa depan. (Lin/La)







