Seminar Kesehatan Remaja dan Kesehatan Reproduksi Madtsansa Bekali Kader SSK dengan Pengetahuan Komprehensif

Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan peserta didik yang sehat, peduli, dan berpengetahuan melalui penyelenggaraan Seminar Kesehatan Remaja dan Kesehatan Reproduksi pada Senin (17/11). Kegiatan yang digelar di Masjid Darul Ulum Madtsansa ini diikuti oleh 60 siswa kader Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), masing-masing merupakan perwakilan dari 30 kelas yang ada di madrasah.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan remaja dan kependudukan, yaitu Yuni Krisnaningrum dari Puskesmas Banjarnegara 1 serta Asih Sri Rahayu dari Balai Penyuluhan KB Kecamatan Banjarnegara. Kedua narasumber memberikan materi secara mendalam mengenai kesehatan reproduksi, perubahan fisik dan emosional pada remaja, pencegahan kekerasan seksual, hingga pentingnya perencanaan masa depan melalui perilaku hidup sehat.

Koordinator Pokja Bidang Pemeriksaan Kesehatan Reproduksi Remaja, Erma Ratnaningrum, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu program strategis dalam penguatan peran kader SSK Madtsansa.

“Kader adalah ujung tombak keberlanjutan program Sekolah Siaga Kependudukan. Mereka harus memahami betul isu-isu kesehatan remaja, terutama kesehatan reproduksi, agar mampu memberikan edukasi dasar kepada teman sebayanya,” ujar Erma.

Ia menambahkan bahwa banyak remaja belum mendapatkan informasi kesehatan reproduksi dari sumber yang kredibel, sehingga sekolah harus hadir sebagai tempat belajar yang aman dan terpercaya.

Erma berharap setelah mengikuti seminar ini para kader mampu menginternalisasi pengetahuan yang didapat serta menularkannya dengan baik melalui kegiatan kelas, kampanye remaja sehat, maupun pendampingan teman sebaya.

Narasumber pertama, Yuni Krisnaningrum, menyampaikan materi mengenai perubahan biologis dan psikologis pada masa pubertas. Ia menekankan bahwa remaja harus memahami proses yang terjadi pada tubuh mereka, sehingga dapat menjaga kesehatan reproduksi dengan benar.

“Pengetahuan yang kurang sering membuat remaja salah mengambil langkah. Dengan memahami tubuhnya sendiri, mereka bisa lebih percaya diri, lebih berhati-hati, dan mampu membuat keputusan yang sehat,” jelas Yuni di hadapan peserta.

Selain itu, Yuni juga memberikan penjelasan mengenai risiko pernikahan dini, infeksi menular seksual, serta pentingnya kebersihan organ reproduksi baik bagi laki-laki maupun perempuan. Peserta tampak aktif bertanya, terutama terkait mitos dan informasi keliru yang sering mereka dengar dari lingkungan.

Sementara narasumber kedua, Asih Sri Rahayu, lebih banyak membahas tentang perencanaan kehidupan dan bonus demografi. Ia menegaskan bahwa generasi remaja saat ini harus memahami konsekuensi dari setiap tindakan, termasuk dalam hal menjaga kesehatan reproduksi.

“Jika remaja hari ini sehat, berpengetahuan, dan mampu merencanakan masa depan, maka Indonesia tidak hanya menuai bonus demografi, tetapi juga mendapatkan generasi unggul yang siap berkontribusi,” ungkap Asih.

Asih juga memberi dorongan kepada para kader agar tidak ragu menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah. Menurutnya, edukasi teman sebaya seringkali lebih efektif karena menggunakan bahasa yang lebih mudah dipahami oleh remaja.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta terlihat sangat antusias. Pertanyaan demi pertanyaan bermunculan, terutama saat sesi diskusi terbuka. Beberapa peserta mengungkapkan kesan dan manfaat yang mereka dapatkan.

Raisa Alin, peserta dari kelas 9B, mengaku seminar ini menjawab banyak rasa penasarannya tentang perubahan diri yang ia alami.

“Selama ini kami hanya tahu sedikit tentang kesehatan reproduksi dari internet atau obrolan teman. Tapi setelah dijelaskan oleh ahli, saya merasa lebih tenang dan paham bagaimana menjaga diri dengan benar,” tutur Raisa.

Sementara itu, Dewi Kirana dari kelas 7A, yang merupakan peserta termuda dalam kegiatan tersebut, merasa bersyukur mendapat kesempatan mengikuti seminar sejak kelas 7.

“Saya jadi tahu mana informasi yang benar dan mana yang tidak. Sekarang saya lebih mengerti tentang pubertas dan bagaimana menghadapinya secara sehat,” ujar Dewi.

Kegiatan seminar ini merupakan bagian dari rangkaian program Sekolah Siaga Kependudukan MTs Negeri 1 Banjarnegara. Melalui seminar seperti ini, madrasah berkomitmen memberi ruang bagi remaja untuk bertanya, belajar, dan memahami isu kesehatan yang berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Dengan bekal pengetahuan yang lebih komprehensif, para kader diharapkan dapat berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, informatif, dan ramah bagi seluruh siswa Madtsansa. (Lin/La)

Skip to content