Belajar Sambil Bernyanyi, Ice Breaking Kelas 1C MIMAU Tanamkan Adab Mulia kepada Guru

Banjarnegara – Suasana belajar yang hangat dan penuh semangat tampak di kelas 1C MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) pada Kamis (23/4). Dalam rangka menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus bermakna, wali kelas 1C mengadakan kegiatan ice breaking berupa nyanyian edukatif bertema adab terhadap guru.

Kegiatan ini menjadi selingan di tengah proses pembelajaran agar murid tidak jenuh. Namun lebih dari sekadar hiburan, syair lagu yang dinyanyikan mengandung nilai-nilai karakter yang penting untuk ditanamkan sejak dini.

Adapun lirik yang dinyanyikan oleh murid kelas 1C adalah:

Mari kita belajar adab terhadap guru,

Salam saat bertemu sikap hormat dan sopan,

Taati nasehatnya jaga nama baiknya,

Minta ijin saat akan bertanya,

Tidak banyak bicara saat guru bicara,

Simak dengan seksama saat ajarkan ilmu,

Tidak berpaling muka saat dihadapannya,

Muliakan guru agar berkahkan ilmu.

Dengan irama ceria dan gerakan sederhana, para murid tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya bernyanyi, tetapi juga memahami makna dari setiap bait yang dilantunkan.

Wali kelas 1C Nuri Fatimah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu strategi untuk menanamkan pendidikan karakter secara menyenangkan.

“Melalui ice breaking ini, anak-anak tidak hanya segar kembali setelah belajar, tetapi juga mendapatkan pesan moral tentang pentingnya adab terhadap guru. Dengan metode bernyanyi, mereka lebih mudah mengingat dan mempraktikkannya,” ujar Nuri.

Sementara itu, Kepala Madrasah Wahyul Khomisah memberikan apresiasi atas kreativitas guru dalam mengelola pembelajaran.

“Kegiatan seperti ini sangat baik karena mengintegrasikan pembelajaran dengan penanaman nilai adab. Harapannya, murid tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia terhadap guru dan sesama,” tuturnya.

Kegiatan ice breaking ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di MIMAU tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter islami. Dengan pendekatan yang menyenangkan, nilai-nilai adab dapat tertanam kuat dalam diri murid sejak usia dini sesuai dengan slogan MIMAU yaitu CEKATAN yang merupakan singkatan dari cerdas, kreatif, inovatif dan Qur’ani. (NF)

Skip to content