Banjarnegara (Humas) — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh komunitas disabilitas Bengkel Hati Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara dalam momentum Iduladha 1447 H/2026 M. Pada Jumat (29/5/2026), komunitas tersebut melaksanakan penyembelihan tiga ekor kambing kurban yang berasal dari donatur dan anggota komunitas disabilitas.
Dua ekor kambing kurban berasal dari anak-anak tuna netra binaan Bengkel Hati yang dengan penuh keikhlasan menyisihkan tabungan dan rezekinya untuk berkurban. Sementara satu ekor kambing lainnya merupakan bantuan dari Sri Tianingsih, pegawai BAZNAS Kabupaten Banjarnegara, yang turut mendukung kegiatan sosial dan keagamaan tersebut.
Kegiatan kurban ini tidak sekadar menjadi ritual ibadah tahunan, tetapi juga menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas mampu menjadi subjek kebaikan, berbagi manfaat, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Pembina Bengkel Hati, Imam Hambali, menyampaikan bahwa kurban yang dilakukan oleh kelompok disabilitas memiliki makna mendalam tentang kesetaraan dan kemuliaan di hadapan Allah Swt.
«“Melalui kurban ini, kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk beribadah dan berbagi. Anak-anak tuna netra juga memiliki semangat, kepedulian, dan keikhlasan yang luar biasa,” ujarnya.»
Ketua Bengkel Hati Kemenag Banjarnegara, Hendriyanto, juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas semangat para anggota komunitas.
«“Kurban ini menjadi bukti bahwa kelompok disabilitas bukan hanya penerima bantuan, tetapi juga mampu menjadi pemberi manfaat bagi sesama. Semoga semangat ini menginspirasi masyarakat untuk terus membangun lingkungan yang inklusif dan penuh empati,” ungkap Hendriyanto.»
Sementara itu, Sri Tianingsih dari BAZNAS Kabupaten Banjarnegara mengaku terharu melihat semangat anak-anak tuna netra dalam berkurban.
«“Saya sangat tersentuh melihat ketulusan dan semangat mereka. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa ibadah kurban bukan tentang besar kecilnya harta, tetapi tentang keikhlasan dan kepedulian kepada sesama,” tuturnya.»
Kegiatan kurban Bengkel Hati diharapkan dapat menjadi inspirasi bahwa penyandang disabilitas memiliki hak, kesempatan, dan kemampuan yang sama dalam menjalankan ibadah serta berkontribusi di tengah masyarakat. Semangat kebersamaan dan kepedulian yang dibangun melalui kurban ini menjadi bukti nyata bahwa kemuliaan manusia terletak pada ketakwaan dan keikhlasan hati.
(azd)

