Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) mandiri untuk calon pengantin. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Penyuluh Agama Islam, Dian Setiadi, sebagai bagian dari upaya memastikan kesiapan mental, administrasi, dan kesehatan pasangan sebelum mengikat janji suci.
Calon pengantin yang mengikuti Bimwin kali ini adalah M. Defri Julianto, dari Desa Jalatunda RT. 07/04, dan pasangannya, Jihan Nanda Rahayu, dari Somawangi RT. 05/07. Keduanya berencana melangsungkan pernikahan pada hari Rabu (17/12) mendatang.
Kelengkapan Berkas Menjadi Fokus Utama
Dalam sesi Bimwin, petugas KUA melakukan pemeriksaan kelengkapan berkas administrasi pernikahan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pasangan ini masih harus melengkapi beberapa dokumen penting:
Sertifikat Elektronik Siap Nikah dan Hamil (Elsimil) dari aplikasi.
Pas Foto calon pengantin pria dan wanita, sesuai dengan ketentuan KUA.
Dian Setiadi, menyampaikan pentingnya ketelitian dalam mempersiapkan dokumen. “Kelengkapan berkas seperti Elsimil dan surat imunisasi adalah syarat mutlak yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, menjamin pernikahan dapat dicatatkan dengan sah, dan demi kelancaran rumah tangga ke depannya,” ujarnya.
Selain administrasi, fokus utama Bimwin adalah memberikan bekal mengenai kesiapan berumah tangga. Dalam kesempatan tersebut, Dian Setiadi, menekankan tiga pilar utama yang harus dimiliki pasangan:
Kesiapan Mental dan Komitmen: Menikah bukan hanya menggabungkan dua individu, tetapi dua keluarga. Pasangan harus memiliki komitmen yang kuat untuk menghadapi segala dinamika bersama-sama dan menjadikan pernikahan sebagai ibadah.
Keterbukaan dan Komunikasi Efektif: Kunci keharmonisan adalah komunikasi yang jujur dan terbuka. Calon pengantin diimbau untuk selalu mendiskusikan masalah keuangan, pembagian peran, dan pola asuh anak di masa depan.
Pengelolaan Konflik: Konflik pasti akan terjadi. Pasangan diajarkan untuk tidak menghindari masalah, melainkan mencari solusi tanpa melibatkan emosi yang berlebihan, serta menjadikan musyawarah sebagai jalan utama.
”Rumah tangga yang sukses dibangun di atas fondasi iman, komunikasi, dan kesediaan untuk saling mengalah serta memaafkan. Siapkan hati, pikiran, dan fisik Anda sebaik mungkin,” pesan Dian Setiadi kepada kedua calon pengantin.Meskipun terdapat sedikit kekurangan dalam administrasi, pasangan M. Defri dan Jihan Nanda diharapkan dapat segera memenuhi persyaratan yang kurang dan siap melangsungkan pernikahan sesuai jadwal dengan bekal yang telah diberikan.







