Banjarnegara(Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan Pra Nikah pada hari ini dengan jumlah peserta sebanyak 15 pasang calon pengantin. Kegiatan ini merupakan upaya pembekalan agar pasangan calon suami istri siap memasuki kehidupan rumah tangga dengan bekal pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman nilai-nilai agama. (02/10)
Narasumber dalam kegiatan ini yaitu Penghulu KUA Mandiraja, Mutholib, bersama para Penyuluh Agama Islam: Hendriyanto, Diam Setiadi, dan Feti Sulistiyani. Materi yang disampaikan meliputi membangun keluarga sakinah, komunikasi efektif dalam rumah tangga, manajemen konflik, kesehatan reproduksi, hingga peran keluarga dalam mendidik anak.
- Hendriyanto, yang memaparkan materi seputar komunikasi harmonis dalam rumah tangga. Ia menekankan pentingnya saling mendengar dan memahami pasangan, karena komunikasi yang sehat adalah tiang utama dalam menghindarkan konflik.
- Dian Setiadi, yang menyajikan materi tentang manajemen keuangan keluarga. Menurutnya, pengelolaan keuangan yang bijak akan membuat rumah tangga lebih stabil, terhindar dari pertengkaran, serta mampu mewujudkan cita-cita bersama.
- Mutolib, yang dengan penuh semangat membawakan materi peran agama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Ia mengingatkan bahwa sakinah, mawaddah, warahmah hanya bisa diraih jika pasangan berlandaskan nilai keimanan dan takwa.
Suasana kegiatan tidak hanya serius dan penuh makna, tetapi juga diselingi momen keceriaan. Feti Sulistiyani berhasil menghidupkan suasana dengan mengajak seluruh peserta melakukan Tepuk Sakinah, sebuah yel-yel motivasi yang sederhana namun sarat makna. Sorak gembira peserta yang kompak menepukkan tangan dan berseru “SAKINAH!” menjadi tanda bahwa mereka siap menapaki kehidupan baru dengan penuh semangat, cinta, dan kegembiraan.
Kepala KUA Mandiraja, Irfan Sulastono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa bimbingan ini bertujuan agar pasangan calon pengantin tidak hanya sah secara hukum agama dan negara, tetapi juga siap secara mental dan spiritual.

“Kami berharap, dengan adanya bimbingan ini, para calon pengantin dapat memahami pentingnya membangun rumah tangga yang penuh kasih sayang, saling menghargai, serta mampu menghadapi dinamika kehidupan berumah tangga dengan bijak,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Siti Badriyatussolihah, mengaku sangat terbantu dengan adanya bimbingan ini.
“Materinya menarik dan membuka wawasan. Kami jadi tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah rumah tangga dengan baik tanpa emosi,” ucapnya.
Senada dengan itu, calon suaminya Amin Irwanto menambahkan bahwa bimbingan ini memberi bekal penting sebelum mereka benar-benar menjalani kehidupan pernikahan.
“Kami merasa lebih siap, karena ternyata membangun rumah tangga butuh ilmu, bukan hanya cinta semata,” katanya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pasangan calon pengantin di Mandiraja mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, serta menjadi generasi penerus yang tangguh, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi masyarakat. (H, F, azd)







