Pembiasaan Pagi Hari di MIFABARA: Sambut Siswa dengan Senyum, Bangun Karakter Sejak Dini

Banjarnegara – Setiap pagi, suasana hangat tampak menyelimuti halaman MI Al Fatah Parakancanggah. Para guru dengan penuh semangat berdiri di serambi madrasah, menyambut kedatangan siswa satu per satu. Dengan senyuman tulus, salam, dan jabat tangan, kegiatan ini dikenal dengan sebutan “Serambi Menyapa”, sebuah pembiasaan yang sudah menjadi tradisi khas di madrasah tersebut.(1/10)

Kegiatan ini bukan sekadar formalitas penyambutan, tetapi memiliki tujuan yang lebih dalam, yaitu membentuk karakter siswa sejak dini. Dengan membiasakan siswa untuk menyapa, menjawab salam, dan berjabat tangan, mereka dilatih untuk menghargai guru, sesama teman, serta menumbuhkan rasa sopan santun dan kedisiplinan.

Kepala MI Al Fatah, Durotun Nafisah, menegaskan pentingnya pembiasaan ini dalam membentuk suasana belajar yang kondusif.

“Senyum, salam, dan sapa bukan hanya sekadar kata. Ia adalah kunci pembuka hati. Dengan sapaan hangat setiap pagi, anak-anak merasa dihargai, semangat belajarnya tumbuh, dan suasana kelas pun menjadi lebih positif. Inilah yang kami tanamkan setiap hari agar siswa tumbuh dengan akhlak yang baik,” ungkapnya.

Selain guru, siswa pun merasakan manfaat dari kegiatan tersebut. Salah satu siswa kelas 5, Alfaina, menyampaikan kesannya.

“Saya senang setiap pagi disambut guru dengan senyum. Rasanya seperti punya semangat baru. Kalau disapa, hati jadi senang, dan belajar pun jadi lebih semangat,” ujarnya dengan penuh keceriaan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Zoi, siswa kelas 2.

“Kalau guru menyapa, saya merasa lebih dekat dengan guru. Jadi tidak takut kalau mau bertanya atau bercerita,” katanya polos.

Dengan adanya kegiatan “Serambi Menyapa” ini, MIFABARA berharap siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang santun, berkarakter, serta mampu membawa nilai-nilai positif ke dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini sejalan dengan visi MIFABARA untuk mewujudkan generasi yang berilmu, beriman, dan berakhlak mulia. Pembiasaan sederhana setiap pagi menjadi bagian penting dalam membangun budaya religius di madrasah, sehingga setiap langkah kecil anak-anak menuju gerbang madrasah adalah awal dari perjalanan besar mereka menjadi pribadi yang unggul di masa depan.(nas)

Skip to content