Bukan Gadget yang Dekat, Tapi Hati: Alfiana Nurhidayah Ajak Ibu-Ibu ‘Aisyiyah Kasmaran Jemput Sakinah di Era Digital

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan terus berkomitmen untuk memperkuat fondasi keagamaan dan ketahanan keluarga di tengah masyarakat. Langkah nyata ini kembali diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan penyuluhan agama Islam yang bertempat di Majelis Taklim ‘Aisyiyah Purbasana, Desa Kasmaran. Acara yang berlangsung pada hari Senin (8/6/2026) ini dimulai tepat pukul 14.00 WIB hingga selesai, dengan mengusung tema yang sangat relevan dan menarik perhatian warga setempat, yaitu “Menjemput Sakinah di Era Digital: Merawat Harmoni dan Komunikasi Keluarga Islami”.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Pagentan, Alfiana Nurhidayah, disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh puluhan ibu-ibu jamaah yang memadati ruang pertemuan. Kegiatan ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Desa Kasmaran, Turiyah, beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran tokoh perempuan desa ini mempertegas pentingnya sinergi antara penyuluh agama dan organisasi keagamaan dalam membina umat.

Dalam pemaparannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa tantangan terbesar keluarga modern saat ini adalah menjaga kedekatan emosional di tengah gempuran teknologi informasi. Gadget dan media sosial seringkali menjadi dinding pembatas yang menjauhkan yang dekat, jika tidak disikapi dengan bijak dan dilandasi nilai-nilai agama.

“Keluarga sakinah tidak tercipta secara kebetulan, melainkan harus dijemput dan diperjuangkan. Di era digital ini, tantangan kita bukan lagi jarak fisik, melainkan jarak hati. Jangan sampai kedekatan kita dengan layar gawai justru menjauhkan kita dari pasangan dan anak-anak. Kunci utamanya adalah mengembalikan fungsi rumah sebagai madrasah pertama yang penuh dengan cinta, keteladanan, dan komunikasi yang santun sesuai tuntunan Al-Qur’an,” ujar Alfiana Nurhidayah di hadapan para jamaah.

Alfiana juga membagikan tips praktis mengenai manajemen waktu penggunaan gawai di rumah, pentingnya ruang dialog antara orang tua dan anak, serta bagaimana menyaring informasi hoaks yang dapat memicu konflik dalam rumah tangga maupun lingkungan sosial.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Desa Kasmaran, Turiyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran dan materi yang disampaikan oleh pihak KUA Pagentan. Menurutnya, tema yang diangkat sangat menyentuh kebutuhan riil para ibu-ibu di Desa Kasmaran yang sedang berjuang mendidik anak-anak mereka di zaman yang serba digital ini.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Alfiana dari KUA Pagentan yang telah meluangkan waktu memberikan pencerahan yang sangat berharga ini. Ibu-ibu zaman sekarang memang membutuhkan bimbingan seperti ini agar tidak gagap teknologi, tetapi tetap mampu menjaga benteng akhlak keluarga. Kami berharap pembinaan dan sinergi seperti ini dapat terus berjalan secara rutin di Majelis Taklim ‘Aisyiyah Purbasana,” ungkap Turiyah dengan penuh harap.

Acara penyuluhan berlangsung dengan interaktif, diwarnai dengan sesi tanya jawab yang dinamis. Banyak jamaah yang berkonsultasi mengenai cara menghadapi anak yang kecanduan syiar digital hingga cara menjaga keharmonisan hubungan suami istri. Kegiatan ini ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan dan keberkahan seluruh warga Desa Kasmaran.

(an/azd)

Skip to content