Banjarnegara (Humas) – Membangun rumah tangga yang kokoh ternyata tidak cukup hanya mengandalkan perasaan cinta. Sadar akan pentingnya kesiapan lahir dan batin bagi para calon pengantin (catin), Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang bersinergi dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) I Bawang menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin Mandiri). (9/6/2026).
Kolaborasi lintas sektor ini sengaja dihadirkan untuk memberikan pembekalan komprehensif bagi para calon pengantin sebelum mereka resmi mengarungi bahtera rumah tangga.
Kepala KUA Bawang Kus Indarto mengungkapkan bahwa bimbingan perkawinan ini merupakan langkah preventif untuk menekan angka perceraian serta pernikahan dini di wilayah Kecamatan Bawang. Menurutnya, kesiapan mental dan pengetahuan yang matang adalah pondasi utama keluarga sakinah.
“Nikah itu ibadah terpanjang, jadi persiapannya tidak boleh main-main. Kita tidak ingin mereka menikah hanya karena emosi sesaat atau sekadar modal cinta. Harus ada kesiapan ilmu, termasuk ilmu mengelola hubungan dan kesehatan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.
Dalam sesi materi kesehatan, tim medis dari Puskesmas I Bawang mengambil peran penting dengan mengupas tuntas masalah Kesehatan Reproduksi (Kespro) dan pentingnya memperhatikan usia ideal pernikahan.
Ibu Saras Bidan Puskesmas I Bawang menekankan bahwa kesiapan fisik, terutama bagi calon ibu, sangat menentukan kualitas generasi masa depan. Catin diberikan pemahaman mengenai:
- Pentingnya Usia Matang: Menikah di usia ideal (minimal 19 tahun berdasarkan undang-undang, dan idealnya 21 tahun bagi perempuan & 25 tahun bagi laki-laki menurut BKKBN) untuk mencegah risiko medis saat kehamilan.
- Perencanaan Kehamilan: Edukasi mengenai gizi pra-nikah guna mencegah terjadinya stunting pada anak.
- Penyakit Menular Seksual (PMS): Deteksi dini dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi bersama pasangan.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diikuti oleh puluhan pasang calon pengantin dengan antusias. Banyak dari mereka mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang selama ini jarang dibahas secara terbuka.
“Awalnya mengira bimwin ini cuma soal ceramah agama saja. Tapi ternyata seru, ada materi kesehatan reproduksi dari Puskesmas juga. Jadi makin paham kalau setelah nikah itu banyak hal fisik dan medis yang harus disiapkan bersama,” ungkap salah satu peserta catin.
Melalui program sinergis ini, KUA Bawang dan Puskesmas I berharap para calon pengantin di wilayah Bawang tidak hanya siap secara administrasi dan resepsi, tetapi benar-benar siap membangun keluarga yang sehat, tangguh, dan bahagia.
(FA/azd)







